Ancaman

4570 Words

KAU pergi, Nina. Kau tinggalkan aku di kota ini. Pergi bersama lelaki lain yang tidak pernah kau cintai. Sebab apa Tuhan menjadikan kita seperti dua insan tak saling kenal macam begini? Bagaimana aku bisa melupakan bayang-bayangmu, Nin? Kau kerap hadir di dalam mimpiku, kian membikin aku gila. Meski telah kucurahkan kegilaanku melalui seni, pikiran dan hati ini tidak ingin berhenti mengagumi sosokmu. Apa yang kulakukan di sini tanpamu? Kelulusanku dari HBS tidak berarti tanpa hadirmu. Jauh di lubuk hatiku, aku mengharap kehadiranmu, menyelamati aku. Kita makan malam bersama. Aku pandangi kau yang bergaun putih dan berhias untukku seorang. Kita berbicara tentang masa depan, tentang cinta. Cintaku, cintamu, cinta kita. Berdua. Ya, hanya berdua. Tanpa hadir orang lain, kecuali malaikat yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD