Bab 20

1299 Words

Malam mulai menjelang, samar-samar terdengar azan magrib berkumandang. Wulan masih saja terpaku duduk di teras. Matanya lurus menatap jalan. Pandangan kosong dengan bulir bening menetes membasahi pipi putihnya. Hati ibu mana yang tak sakit dan bingung saat buah hatinya entah ada di mana. Begitu pula Wulan, hatinya kalang kabut tidak menentu saat tahu Diana bersama suaminya, Wahyu. Dia memang ayah kandung namun sikapnya selalu kasar dan menakutkan. Itu yang membuat Wulan semakin takut. Beberapa kali dia menyentuh layar benda pipih miliknya. Mencoba menghubungi Rohmad. Namun sang kakak tak kunjung mengangkat panggilannya. Hingga membuat wanita berhijab toska itu semakin kebingungan. Wahyu hanya memberikan waktu dau hari untuk berpikir,lusa dia harus memberikan jawaban. Bagaimana Wulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD