Pertemuan Kedua

1343 Words

Aku duduk di warung makan lesehan di pinggir alun-alun. Aku melihat keasyikan Diana bersama kakak sepupunya. Putri kecilku begitu gembira. Senyum yang tak penah dia tunjukkan saat bersama Mas Wahyu kini tergambar lebar. Diana pasti tersenyum, hanya aku tak dapat melihatnya karena tertutup masker. "Yah, main ke alun-alun yuk. Naik odong-odong," ucap Diana "Ayah gak punya uang, pergi sama ibu sana!" bentaknya hingga Diana masuk ke dalam kamar sambil menangis. "Ibu ... Sini!"teriak Diana membangunkanku dari lamunan masa lalu. Tangan putri kecilku melambai, meminta diriku segera mendekat ke arahnya. Berjalan perlahan mendekat ke arah Diana yang sedang asyik naik odong-odong. Odong-odong dengan bentuk mobil berbagai warna berputar,diiringi musik khas anak-anak. Menjadi daya tarik terse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD