Sudah hampir sepuluh hari Rohmad dan keluarganya tinggal di rumah masa kecilnya. Rumah yang selalu dia rindukan. Meski sekarang rumah kedua orang tuanya telah diberikan kepada adik kandungnya, Wulan. Tak menyangka kedatangannya kali ini membuka kebusukan Wahyu yang mati-matian ditutupi oleh Wulan. Untung saja Nilam menceritakan pada Rohmad prahara rumah tangga adiknya itu. Dari awal Rohmad memang tak menyukai Wahyu namun Wulan justru memperjuangkan lelaki yang tidak bertanggung jawab itu hingga membuat Rohmad luluh dan merestui hubungan mereka. Seberapa besar Rohmad menyesali namun nasi telah menjadi bubur. Tak mungkin bisa mengulang masa lalu. Yang terpenting baginya saat ini,Wulan dan Diana tidak menderita lagi. Samar-samar terdengar adzan magrib berkumandang. Rohmad segera beran

