29. Kecelakaan

1536 Words

Tengah malam, hujan kembali mengguyur kota Bandung. Hujan yang sangat lebat ditambah petir menggelegar membuat Nabila tidak bisa tidur. Ia berdiri di tirai yang menutup kaca balkon. Tirainya tembus pandang, jadi ia bisa melihat keadaan luar. Ada sesuatu mengganjal di hati Nabila. Sesuatu hal yang membuatnya terjaga. Bukan tentang Kenaan atau Regar, melainkan keluarga tirinya. Sedikit saja mereka berubah mungkin Nabila tidak harus berpura-pura baik lagi. Ia akan menjadi orang baik untuk mereka. Nabila mendudukkan tubuhnya di dekat tirai, ia meringkuk sambil memeluk kedua lututnya erat. Kesedihan yang terus-terus berlarut-larut menimbulkan kegelisahan. Setiap harinya Nabila akan selalu bimbang. Saking banyaknya beban, ia tidak tahu mana yang harus di pikirkan terlebih dahulu. Pelan-pelan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD