Xavier memandang Ara dengan tatapan yang penuh kekaguman, matanya berkilau seolah menemukan harta yang paling berharga. "Kamu bisa masak, baby?" tanya Xavier dengan nada penuh harap. Ara memutar matanya dengan sikap sinis, "Ya, bisa lah. Aku dari kecil suka masak, jadi gak akan kelaperan walau tinggal di manapun." Senyum Xavier merekah, dia mendekatkan diri, meraih pinggang Ara dengan lembut dan menariknya ke dalam pelukannya. "Hey, matanya jangan gitu. Gak boleh, baby," ucap Xavier dengan suara lembut namun berwibawa, sambil memeluk Ara lebih erat. Ara yang sedikit terkejut dengan kedekatan mereka, merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Dengan gerakan yang cepat dan penuh keberanian, Xavier mengecup dan melumat bibir merah Ara. Ciuman singkat itu cukup untuk membuat Ara membe

