Awal Kehancuran
Deo Ardani pria tampan yang baru berusia 23 tahun. Anak dari pasangan Satria Ardani dan Siska Ardani. Pemilik perusahaan batu bara terbesar nomor 6 di Asia.
Tampangnya yang tampan membuat banyak wanita tergila gila padanya, ia seorang playboy cap kadal. Bahkan dalam waktu semalam ia bisa meniduri tiga sampai empat perempuan sekaligus. Gila bukan!
"Mama benar benar gak suka sama Ara, kamu tau dia itu miskin. Mama maunya kamu sama Vita aja. Kita ini kaya Deo, kenapa kamu malah milih Ara sih yang gak jelas bibit bobotnya. ucap Mama Siska sambil menunjuk wajah Deo.
"Ya kenapa emangnya, Deo masih muda mah, walaupun Deo mau nikah sama Ara. Belum tentu Deo hanya hidup sama Ara, Deo punya banyak wanita mah." sahut Deo.
"Kamu ini memang anak sialan, kamu harus mau sama Vita. Papa udah jodohkan kamu dengan Vita, besok sebelum akad nikah kamu harus temui Vita dulu." ujar Papa Satria.
"Buat apa sih pah? kita udah kaya. Deo cuma mau seneng seneng aja, gak mau cari harta. Walaupun Ara gak kaya, tapi dia cantik pah. Badannya sexy jaya gitar Spanyol." ucapnya sambil membayangkan tubuh Ara, calon istrinya.
Sedangakan Papa Satria ia juga ikut membayangkan body calon istri anaknya itu. Memang bagus, bahkan lebih bagus dari milik istrinya sendiri.
"Hmm, ya sudah terserah kamu. Papa pusing mau ke atas dulu." ucap Papa Satria sambil berjalan meninggalkan anak dan istrinya itu.
"Bisa ku pake juga nanti kalau udah nikah sama Deo, bagus kau sangat pintar Satria. Restui saja anakmu itu, kau akan dapat yang bening kali ini." ucapnya di dalam hatinya sambil tersenyum dengan liciknya.
Ya begini isi otak Papanya Deo. Tak lebih dari seorang pria b******k.
"Lihat kan Papa mu jadi marah, jadi anak itu harus nurut sama orang tua. Dasar gak tau diri. Sekarang terserah kamu. Yang penting Mama gak akan pernah nganggep kalau Ara itu istri kamu." ujar Mama Siska sambil berlalu meninggalkan Deo.
Seenggaknya Deo dasarnya ia tak punya otak, hanya terkekeh saja.
"Kalian itu yang bodoh, aku cuma mau dapatin tubuh Ara saja. Dari semua perempuan yang aku temui cuma Ara yang paling oke. Ahhh sayang kamu buat aku tegang." ucap Deo sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.
Memang se gila itu Deo pada Ara, namun soalnya Ara tak pernah mau di ajak berhubungan badan sebelum menikah.
"Jual mahal dikit gak papa sayang, tapi habis kita nikah. Kamu akan ku hajar habis habisan nanti sayang." lanjutnya dan langsung pergi keluar dari rumahnya.
Di balkon mansion mewah seorang gadis berusia 18 tahun. Kulit putih, mulus, tubuhnya yang sexy bak gitar Spanyol membuatnya di rebutin banyak pria.
Ya, Dia adalah Ara, Ara Davinci calon istri dari Deo Ardani.
Ara ini anak dari pasangan Kaivan Davinci dan Sania Davinci pemilik perusahaan properti dan tambang emas di berbagai negara. Keluarganya tercatat orang terkaya nomor dua di Asia.
"Kemana sih di Deo daritadi di telfon gak di angkat, awas aja kalau dia selingkuh bakalan aku potong itunya." ucap Ara sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sungguh jika bukan karna wasiat, ia tak akan pernah mau berpura pura miskin di depan Deo dan keluarganya.
Apalagi dia udah pacaran dari beberapa bulan yang lalu karna terpaksa juga.
Ia masih ingat saat harga dirinya di injak injak oleh kedua orang tua Deo.
"Ara, Mama kan udah bilang sama kamu. Kakek kamu kan sudah meninggal. Kamu gak perlu lagi lanjutin wasiat itu. Mama gak mau kamu sakit hati sayang." ucap Mama Sasa.
"Gak bisa Mah, nanti setelah Ara nikah sama Deo. Hari kedua setelah pernikahan Ara janji alan langsung menceraikannya." sahut Ara sambil duduk di samping Mama nya.
Tak lama dari itu Kaivan, sang Papa berjalan ke arah mereka.
"Papa gak suka kamu nerusin pernikahan ini Ra, kamu tau dia itu bukan laki laki baik." ucap Papa Kai.
"Gak bisa gitu papa sayang, Ara harus profesional dong. Ara juga udah suruh Vita buat jadi mata mata Deo. Udah aman, percaya aja sama Ara Pah." sahut Ara sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Papanya.
"Tapi Ra Pa...... "
"Ssttt udah Papa sama Mama udah sana ah, Ara mau tidur. Besok harus tampil cantik walaupun nikahannya gak dari hari, pokoknya Ara harus tetap cantik dan mempesona." ujar Ara sambil tersenyum manis.
"Ya, tentu saja. Anak Papa sama Mama harus terlihat seperti bidadari. Yaudah tidur sayang. Jangan begadang okay." ucap sang Papa.
Ia langsung menarik lengan istrinya, tak lupa ia mencium kening putrinya sebelum benar benar keluar dari kamar.
Selepas kedua orangtuanya keluar Ara langsung menekan squishy kembarnya.
"Ahhh shhh sakit banget, kenapa harus bengkak lagi sih. Padahal tadi udah aku pompa keluar banyak Asinya. Tapi kenapa kok bisa penuh gini lagi sih." ucap Ara dengan raut wajahnya kesalnya.
Gimana enggak kesal Ara dari waktu dia SMA sudah bisa mengeluarkan Asi. Kata dokter ia kelebihan hormon.
Sudah di cek oleh dokter ini gak bahaya, tapi ini sangat membuatnya tidak nyaman.
"Ishh... percuma gede tapi nyusahin. Mending kecil tapi gak nyusahin." celetuk Ara.
"Eh, kalau kecil ya gak puas dong nanti suami asli aku. Huaaa janggan deh, besar aja gak papa. Ngerepotin dikit." ucap Ara sambil menjerit pelan.
Dengan cepat Ara langsung mengambil pompa asinya, "Ahh auhh sakitnya, kenapa harus kaya gini sih. Capek banget perasaan. Harusnya kan punya bayi biar gampang kalau kepenuhan begini tinggal suruh hisap." ujar Ara sambil meringis pelan.
Keesokan harinya ia pun langsung melangsungkan pernikahan di gedung yang tak terlalu mewah.
Semua mata memandang takjub pada Ara, gimana enggak Ara memakan gaun pengantin warna putih yang sangat mirip dengan bidadari.
"Kamu cantik sayang, tunggu malam ini. Kamu akan jadi milikku seutuhnya." bisik Deo sambil ingin mengecup bibir Ara, namun segera Ara tahan.
"Malu" sahut Ara.
Acara pun berlangsung, kini saatnya Deo mengucapkan ijab qobul.
"Saya terima nikahnya Ara D dengan mas kawin uang tunai sebesar 50 juta dan emas 10gram di bayar tunai." ucap Deo.
Para tamu pun mendesah kecewa, karna maharnya, menurut mereka sangat memalukan.
Ara ini sangat cantik, jika di berikan mahar 100T baru itu sepadan.
SAHHH!
"ucap mereka semua namun tak terlalu serentak."
"Baik, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri." ucap sang penghulu.
Segelas selesai prosesi ijab qobul Ara dan Deo langsung di giring untuk duduk di pelaminan.
Namun tatapan mata Mama Siska begitu membenci Ara.
Vita sang sahabat Ara pun ada di sana juga. "Selamat ya Ra, semoga langgeng. Selamat juga Deo ganteng." ucap Vita sambil mencuri pandang ke arah Deo.
Ara pun langsung tersenyum, ia tak tau jika Vita ternyata memiliki perasaan pada Deo, suaminya.
"Hehe makasih besti, oh iya nanti gue tranfer ya uang buat benerin mobil lo." ujar Ara sambil tersenyum manis.
"Lah kok kamu punya uang sayang? darimana?" tanya Deo.
"Tabungan aku." jawab Ara dengan alibinya.
Tak tau saja kalau ia sedang di manfaatkan oleh Vita yang nobetnya adalah sahabatnya sendiri.
"Oke Ra, makasih ya. Lo emang besti gue banget love love pokonya." sahut Vita.
Semua para tamu undangan langsung berganti memeberi selamat pada Ara.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 semua para tamu undangan sudah pulang. Kini hanya tinggal Ara, Deo dan orangtuannya saja.
"Deo, Mama mau pulang dulu. Terserah kalain mau tinggal di mana Mama gak peduli." ujar Mama Siksa sambil melirik sinis ke arah Ara dan keluarganya.
Tentu saja Papa Kai, akan marah. Namun langsung di tahan oleh istrinya.
"Kita menginap di hotel malam ini Mah." sahut Deo.
Papa Satria dari tadi menatap Ara tanpa kedip. Sungguh kecantikan Ara tak bisa ia tolak pesonanya.
"Ayo cepetan pulang Pah, di sini banyak kuman. Mama alergi dekat orang miskin, nanti kita malah ketularan miskin. Hey kalian orangtua Ara, saya ini orang terkaya di Asia nomor 6 kalian jangan macem macem sama saya. Dasar miskin. Jangan nyusahin anak ku kalian ya. Jatah untuk Ara cuma 500 ribu sebulan gak lebih." ucapnya dan langsung pergi dari sana.
Papa Satria langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Ara mama sama papa pulang ya nak, kamu bahagialah dengan Deo." ucap Mama Sasa.
"Ayo sayang, biarin aja Mama sama Papa kamu pulang. Oh iya ada uang enggak? nih Deo kasih kalian yang 300 ribu. Cukup kan buat ongkos pulang. Dan di sana tadi ada makanan. Ambil sana buat nanti makan di rumah." ucap Deo dengan belagunya.
"Kamu gak boleh gitu sama orangtua aku Deo." tegur Ara.
"Kamu memang laki laki gak tau diri, kamu gak pantas buat anakku, Ara. Asal kamu tau Ara a.... "
"Papa udah, kalian pulang ya. Ara mau ke hotel. Mau rasain gimana enaknya tidur di kamar mewah, yang ber acc." ucap Ara sambil memberi kode pada Papa untuk segera meninggalkannya.
"Ayo mas kita pulang, udah malem juga ini. Gak mungkin juga kita menginap di hotel ini. Yang ada mantu kita uangnya habis nanti." ucap Mama Sasa, yang terkesan sedikit mengejek Deo.
Deo yang ingin menimpali pun tak jadi, karna tangannya udah di tarik oleh Ara.
Sesampainya di dalam kamar hotel, Deo langsung ingin menggempur istrinya. Namun Ara masih saja menolaknya.
"Bentar, aku mandi dulu ya." ucap Ara langsung masuk ke dalam kamar mandi.
10 menit kemudian Ara tak kunjung keluar, Deo yang sudah gak tahan pun menelfon Vita untuk datang ke hotel sampingnya ini.
Dengan cepat Deo langsung keluar kamar, "Aku main dulu sama Vita sayang, habis ini aku janji akan puaskan kamu." ucap Deo sambil tersenyum licik.
"Lama banget sih kamu tuh aku udah gak pakai apa apa ini. Ayo cepetan aku juga udah pengen banget." ucap Vita sambil tersenyum menggoda ke arah Deo.
Tentu saja Deo langsung terpancing dengan cepat ia langsung menerjang tubuh Vita. Ia langsung membuka seluruh pakaiannya.
"Kamu memang paling bisa membuatku bahagia sayang." ucap Deo.
"Kapan kamu nikahi aku? kamu selalu minta jatah dama aku, tapi kenapa yang kamu nikahi Ara sih" ucap Vita dengan kesalnya.
"Nanti ya, aku akan nikahi kamu janji sayang ahhh shhh emhhh enak sayang." ucap Deo saat ia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat.
Sungguh mereka berdua sangat gila.
Nara yang udah selesai mandi pun langsung berganti pakaian, ia hanya memakai dress sederhana. Karna malam ini ia akan malam pertama dengan suaminya.
"Huaa masa iya harus relain kevirginan ku demi wasiat itu sih. Ahhh udah lah gak papa. Lah ini Deo kemana." ucap Ara.
Ara langsung menyisir rambutnya tak lupa ia pakai lip blam rasa strawberry biar lembab bibir merah miliknya.
"Oke udah cantik sexy. Saatnya cari my suami." ucap Ara.
Ia langsung keluar dari kamar hotelnya. Namun tak sengaja ia melihat kamar sampingnya tak tak tertutup rapat.
Ia langsung nyelonong masuk saat mendengar suara teriakan.
Sesampainya di dalam ia sendiri yang langsung syok, ia mendapati suaminya tengah menggempur seorang wanita.
Dan yah kalian tau, dia adalah Vita, sahabatnya.
"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN BRENGSEK....!!" teriak Ara dengan bentakan kerasnya.