Di Kurung Xavier

872 Words

"Sekarang buka pintunya, gue mau pulang. Gue gak kenal sama lo, jadi jangan ganggu gue mulai hari ini." lanjutnya sambil berjalan pelan ke arah pintu dimana Xavier masih berdiri tegak di sana. Xavier memandang Ara dengan tatapan yang sulit diterjemahkan, perpaduan antara amarah dan rasa penasaran yang mendalam. Cahaya dari lampu ruangan apartemen menerangi kontur wajahnya yang tegang. “Minggir gue mau pulang, jangan ganggu gue lagi om,” ucapnya dengan suara rendah namun memerintah. Xavier menahan perut Ara yang berusaha melewati ambang pintu. Udara dingin malam itu seolah menambah ketegangan yang sudah tercipta. Ara, dengan mata yang berkobar menolak untuk diintimidasi, mendorong tangan Xavier yang menahannya. “Gue gak peduli, lo jangan ikut campur urusan gue. Kita sama-sama gak ken

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD