Bab 13

933 Words

Zenia menghempaskan pintu kamar dengan keras, suara benturan kayu yang terdengar nyaring memenuhi lorong rumah besar Ancelotti. Tubuhnya gemetar, sebagian karena marah, sebagian karena lelah. Ia menatap sekeliling kamar yang mewah, cahaya lampu gantung memantul di permukaan marmer, kontras dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya. Matteo yang berdiri di ruang tengah hanya tersenyum samar ketika mendengar hentakan itu. Matanya menyipit, tapi di balik itu ada kilatan geli yang tak bisa ia sembunyikan. Ia mengamati sosok Zenia dengan campuran kagum dan penasaran. Ah, wanita itu begitu lucu. Begitu emosional. Begitu manusiawi. Zenia melempar tasnya ke atas ranjang, napasnya masih terengah. Ia menatap Matteo, matanya menuntut jawaban. “Kenapa kau memaksaku pergi ke tempat itu? Kau tah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD