36. Cinta Gila

1566 Words

Pertanyaan Aura membuat Barra terdiam, lalu dia menunduk dan meremas tangan Aura. Aura menarik tangannya dan memakai kembali pakaiannya. Dia berdiri dan membuka pintu kamar itu. Dia merasa seperti ditampar oleh kebodohannya. Apa yang tadi dia lakukan? Ya manusia terkadang memang seperti itu, setelah melakukan kesalahan baru lah dia menyesalinya, namun merutuki diri sendiri pun takkan berarti karena sudah terlambat. “Ra,” panggil Barra, Aura berjalan ke arah kompor, mengecek rebusannya. Barra memeluknya dari belakang membuat Aura membeku. “Aku enggak mau dipoligami Barra, apalagi sama adikku sendiri,” ucap Aura. “Aku akan memilih kamu,” ucap Barra. “Barra. Ini enggak adil untuk kita semua,” ucap Aura. “Terus aku harus apa? Aku sangat mencintai kamu Aura, ketika aku bersamanya aku just

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD