Drt.... Drt.....
Ponsel Wira bergetar, ada pesan masuk dan ia pun membukanya.
"Sialan berani beraninya dia melakukan itu"
Wira geram melihat pesan dan foto serta video yang dikirmkan oleh anak buahnya.
Rupanya video dan foto tersebut berisi dirinya sedang menyetubuhi Lira.
Wira langsung menelfon anak buahnya.
"Dapat darimana kamu video itu?" tanya Wira pada anak buahnya.
"Bu Clara sudah mempunyai rekaman cctv pak"
"Sialan kenapa Clara mengetahui rencana ini?"
"Saya juga tidak tahu pak bagaimana bisa bu Clara tahu mengenai hal ini"
"Bu Clara sekarang ada dimana?" tanya Wira.
"Bu Clara sedang ada di rumah pak, sepertinya dia bertemu dengan clien penting"
"Oke aku akan segera pulang"
================
Sesampai di rumah
Plok.... Plokk.... Plokkk (suara tepuk tangan Clara)
"Bagus sekali baby, aku sangat mengapresiasi perbuatanmu itu" ucap Clara dengan senyuman sinis menatap suaminya.
"A..... Aku hanya... "
Belum sempat bicara Clara menyahuti
"Hanya ingin bercinta dengan gadis muda belia yang sangat polos maksud kamu"
Clara menatap Wira dengan tatapan tajam.
"Aku khilaf sayang"
ucap Wira.
"Khilaf.......?? Ini bukan yang pertama kalinya kan baby, sepertinya kamu sudah mempermainkan banyak wanita"
"Tidak sayang, aku hanya sekali ini saja"
Wira mengelak.
"Sekali ini yang aku ketahui, tapi yang tidak aku ketahui sepertinya banyak"
===================
Ketika di dalam kamar
Clara menggunakan lingerie merah.
Rupanya dia ingin menggoda suaminya.
"Apakah kau masih menginginkan wanita lain baby, aku seseksi ini tapi kau menyia nyiakannya" Clara melepaskan satu persatu lingerie dan g- string yang dipakainya.
Wira hanya menelan ludah melihat istrinya yang kini telah bugil dihadapannya.
Clara mengangkang, tangannya melingkar di leher Wira.
Wira pun meladeni Clara.
Wira mendaratkan kecupan manis di bibir Clara.
Tidak dipungkiri Clara sangatlah seksi, dadanya yang montok berisi membuat Wira mabuk kepayang.
Kini keduanya sedang bergulat dengan hot.
Suara lenguhan Clara terdengar jelas di telinga Wira. Membuat Wira ingin segera melepaskan boxernya.
Wira menciumi Clara dari bibir hingga ke area bawah.
Clara sangat menikmatinya.
"Naikin temponya sayang, aku mau keluar" suara Clara terdengar parau.
Apem Clara berkedut dan akhirnya.
Crot.....
Keduanya mengeluarkan lahar panas bersamaan.
===========
Keesokan harinya
Lira menangis sejadi jadinya. Video dan fotonya dengan Wira tersebar.
Semua teman kampus Lira mengetahui jika Lira tidak perawan. Kini semua teman kampusnya menganggap Lira adalah perempuan simpanan om -om.
Lira adalah perempuan nakal yang menjual dirinya demi uang.
"Aku bodoh Far" Lira memukul kepalanya berkali kali.
"Sudah Lira kamu jangan menyakiti dirimu sendiri, kamu harus sabar, aku tahu ini masalah sangat berat dan serius, tapi kamu harus kuat, aku akan selalu ada buat kamu"
Farah memeluk erat sahabatnya.
"Hanya kamu yang mau berteman denganku disaat semua orang mengucilkanku"
ucap Lira dengan nada parau dan terisak.
"Sudah jangan sedih, aku akan membelamu Lira, jangan hiraukan apa kata orang, hanya orang terdekatmulah yang mengetahui siapa kamu yang sesungguhnya"
"Aku malu Farah, namaku sudah rusak akibat perbuatan Wira, Wira benar benar jahat aku tidak terima diperlakukan seperti ini"
"Sudahlah kamu harus kuat, mulai sekarang kamu harus bodoh amat dengan omongan orang orang dan teman teman di kampus"
"Tapi itu berat Far, aku tidak bisa"
"Kamu pasti bisa Lira, aku selalu ada bersamamu, walaupun seribu orang tidak mau denganmu tapi ada aku yang setia menemanimu"
Lira memeluk erat sahabat satu satunya itu.
Kini Lira menjalani hari harinya dengan perasaan malu dan khawatir.
===============
Keesokan harinya di kampus Lira
"Wihhh ada yang berani ngampus nih" celetuk salah satu teman cowok sekelas Lira.
"Iya nih nyalinya tidak diragukan lagi,mentalnya kuat" Jawab teman cowok lainnya yang berada disebelahnya.
"Bisa diem gak kalian, kenapa harus ngurusin urusan orang, urus sendiri tuh kelakuan lu lu pada, jangan gunjingin orang mulu" Farah membela Lira.
Lira memegang tangan Farah.
"Sudah gak apa apa" lira memberi kode kepada Farah agar tidak banyak komentar.
"Tapi loe direndahkan ra"
"Udah gak apa apa biarin aja"
"Gak bisa ra, mereka tu harus dilawan biar gak ngebacot terus"
"Udah gak perlu diladenin, mau kamu belain aku seperti apapun, tapi kenyataannya aku memang salah Far, aku yang murahan"
"Sudah sudah ayo kita duduk" ajak Farah yang menyeret tangan Lira untuk duduk dibangku paling depan.
===============
Sepulang dari kampus
Drtt... Drt....
Ponsel Lira berbunyi.
[Temui aku di tempat biasa ada yang ingin aku bicarakan...penting]
Pesan dari Wira.
"Far kamu duluan aja ya pulangnya, aku ada janji dengan teman aku" ucap Lira
"Gak gak aku ikut, bahaya kalau kamu sendirian, takutnya kamu nanti di culik sama Wira" cerocos Farah.
"Enggak Far serius ini bukan Wira"
Lira membohongi Farah.
"Yakin ya kamu akan baik baik saja, kalau ada apa apa telfon aku"
"Iya siap, Farah" Lira memeluk sahabat satu satunya.
"Yaudah aku cabut dulu ya" ucap Lira dengan melambaikan tangan.
"Hati hati ya" Farah melambaikan tangannya.
============
Menemui Wira di Cafe
"Apa yang kamu mau dari aku, kau sudah menghancurkan semuanya, kau merebut kesucianku, kau mencoreng nama baikku, apa lagi yang kau mau dariku hah.... "
Mata Lira berkaca kaca.
"Sebentar duduk dulu, jangan teriak teriak malu dilihat banyak orang"
Tangan Wira menyeret Lira untuk duduk dan menenangkan diri.
"Sudah jangan banyak alasan, apa maumu? Belum puaskah kau hancurkan hidupku Wira?"
Lira dengan tegas mengucapkan kepada Wira.
"Diam..... Aku bilang diam"
Mata Wira menatap tajam ke arah Lira.
Tangannya memegang erat tangan Lira.
"Lepaskan tanganku"
Lira menariknya.
"Dengarkan aku dulu, ssttttttt please... Listen to me"
Lira masih saja menangis dan mengusap buliran air mata yang terus menetes di pipinya.
"Aku tau kamu sekarang dalam keadaan kacau balau, aku mengerti hidupmu dalam posisi tidak nyaman dan penuh ketakutan, tapi kamu harus tahu bahwa yang menyebar luaskan video dan foto kita bukanlah aku"
Mata Lira melotot.
"Lantas siapa pelakunya?" tanya Lira dengan penasaran
"Clara"
Lira semakin terkejut ketika Wira menyebut nama Clara.
"Kamu yakin itu Clara?"
"Iya Clara telah mengancamku"
"Bagaimana ia bisa mendapatkan video itu? Apa kau sengaja merekamnya dan Clara tau? "
"Clara memasang cctv di kamar hotel, rupanya dia tau kalau aku akan pergi ke hotel itu, dan Clara menyuruh pegawai hotel untuk memasang cctv, Clara bekerjasama dengan pihak hotel"
"Shitttt" Lira mengumpat
"Lalu bagaimana nasib kita?" tanya Lira
"Aku sekarang dalam pengawasan Clara, aku tidak bisa sering menemuimu lagi, dia sudah tahu hubungan kita"
"Kalau begitu kita sudahi saja semuanya, aku ingin hidup bebas tanpa rasa ketakutan"
"Aku tidak bisa, aku harus tetap menemuimu"
"Jangan bodoh Wira, apa kamu gila? Clara sudah mengetahui semua ini tapi kamu masih nekat, tidak aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi"
"Tidak bisa, kamu tidak bisa lari begitu saja setelah kau menghabiskan hartaku"
"Terserah apa katamu, aku akan mengembalikan semua hartamu jika aku sudah bekerja aku janji, setelah ini aku akan pergi dari hidupmu"
Lira pun meninggalkan Wira begitu saja.
Lira takut jika Clara menyuruh orang suruhannya untuk mengintai suaminya Wira.
Lira tidak ingin berhubungan lagi dengan Wira dan keluarganya.