Kamu tuh kenapa sih Mand sebenarnya? Datang dengan wajah ditekuk gitu." Nindy akhirnya angkat bicara setelah beberapa saat lamanya memperhatikan tingkah Amanda yang berbeda dari biasanya. "Mama memintaku untuk pulang, Kak. Sementara aku tengah getol-getolnya beradaptasi di sini. Menikmati pekerjaanku di kota ini." Amanda berhenti mengaduk-aduk makanan. "Kenapa nasibku kayak begini yah, Kak?" celetuk Amanda. Sesaat sebelum ia melayangkan pandangannya ke arah luar jendela Lalu ia layangkan pandangannya ke arah luar. Menatap titik hujan yang mulai menempelkan diri di kaca jendela. “Memang ada apa dengan nasibmu, Mand? Bukankah selama ini baik-baik saja?” tanya Nindy tulus. Kakak kesayangan Amanda ini benar-benar ingin tahu bagaimana kondisi hati Amanda sebenarnya. Sejenak, Amanda terdiam

