Kalau kerja tuh ya yang beneran. Gak tahu apa kalau bangsal sini tuh bangsal paling sibuk, sementara minim perawat jaga," oceh si kepala ruang bangsal yang sepertinya tidak menyukai kehadiran Amanda di site kerjanya. "Oh... maaf, Bu. Kebetulan tadi ada insiden kecil di kamar perawatan nomor 304. Jadi, saya membantu pasien membereskannya," ucap Amanda dengan ramah. "Heleh, alesan aja. Bilang aja kamu kalau mau tebar pesona atau menarik simpati pasien itu. Dengan begitu 'kan karirmu di sini melesat naik,"sahut Sang Leader yang membuat Amanda mengernyitkan dahinya. Tidak menyangka jika si atasan berpikiran sepicik itu tentangnya. "Huft, what an annoying leader! Inhale exhale, Amanda." Amanda bersugesti. Mencoba menguatkan mentalnya untuk bertahan dengan keputusannya sendiri. "Ah, ibu bisa

