"Mama," gumam Felya ketika manik indahnya menatap nama kontak yang tampil dalam layar telepon seluler Affandi. Felya yang sedang dalam mode usil, sengaja mengulurkan tangannya. Meraih benda pipih berwarna hitam milik Affandi. Hasrat kekepoannnya yang meningkat tajam menuntun dara bersurai pirang itu menggeser tombol telepon bergambar hijau ke kanan. Lalu bermaksud menempelkan benda pipih itu pada daun telinganya. Akan tetapi, baru saja ia mengangkat gawai itu, dari arah toilet, melangkahlah Affandi menghampiri dirinya. Tangan Affandi yang basah pun dengan cepat menyambar benda yang bisa membuat orang kecanduan. Membuat Felya terhenyak sejenak. “Iya, Ma. Ada apa?” sambut Affandi seraya menempelkan benda pipih itu ke daun kupingnya dengan nada bicara yang terkesan santai. “Kamu apa kab

