Bab-105

1235 Words

Suara langkah sepatu Christian bergema di koridor bandara yang panjang, menyatu dengan denting roda koper dan pengumuman penerbangan yang terdengar lewat pengeras suara. Tapi tak satupun dari suara itu mampu menenangkan pikirannya. Ia sudah menelusuri terminal ini selama lebih dari satu jam bersama Elina—dan hasilnya tetap sama. Kosong. “Nama Abigail Jesslyn Gretta?” ulang petugas bandara yang mereka mintai bantuan. Lelaki itu menatap layar komputernya dengan alis mengerut. “Tidak ada dalam manifest penumpang kemarin pagi. Bahkan di daftar standby flight pun tidak tercatat.” Christian menatap layar monitor, matanya tajam. “Tapi perusahaan saya memesan tiket atas namanya.” Petugas itu menggulir data lagi, lalu menggeleng pelan. “Mungkin nomor reservasinya sudah dihapus, Pak. Atau tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD