Bab-104

1126 Words

Christian duduk diam di ruang kerjanya yang luas, cahaya dari jendela hanya menyinari sebagian wajahnya. Di meja, layar tablet masih menampilkan berita pembatalan pertunangan dengan keluarga Hwang. Gambar dirinya dan Hanna terpampang jelas — formal, kaku, dan dingin seperti kisah yang seharusnya sudah berakhir. Pintu terbuka tanpa ketukan. Elina dan Rhea masuk hampir bersamaan, membawa kegelisahan di wajah masing-masing. Tak ada sapaan, tak ada basa-basi. “Lo beneran ngumumin pembatalan itu sendiri?” Elina meletakkan tasnya di sofa, suaranya menahan emosi. “Tanpa kasih tahu siapapun?” Christian hanya menatap layar di depannya. “Harus ada yang ngelakuin sesuatu. Gue capek liat semuanya pura-pura normal.” Elina ingin membalas, tapi Rhea sudah duduk lebih dulu. Wajahnya canggung, tapi ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD