Bab-79

1287 Words

Hujan sudah berhenti ketika mereka keluar dari restoran. Bau tanah basah masih terasa di udara, sementara aspal memantulkan kilau lampu jalan yang kekuningan. Jesslyn menarik hoodie-nya, berjalan di samping Christian yang membawa payung kecil di tangan kanan dan dua bungkus makanan di tangan kiri. “Ngapain bawa sisa burger, kamu pikir besok aku mau makan lagi?” gumam Jesslyn, menatap bungkusan itu. Christian hanya menatap lurus ke depan. “Aku simpan, siapa tahu nanti kamu nyesel.” “Kamu gak pernah nyesel soal makanan.” “Bagus, jadi cuma nyesel soal orang.” Jesslyn langsung mendengus. “Tian, tolong ya, humor kamu makin lama makin absurd.” “Gak bercanda kok,” ucapnya tenang sambil membuka pintu mobil. Jesslyn naik tanpa membalas. Mobil melaju perlahan di jalan basah, wiper berayun lem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD