Eleena terdiam menatap ke arah jalanan. Sepertinya, dia dan saudaranya menjadi bodoh seketika dengan bertanya kepada orang-orang. Mengingat, tidak semua orang itu baik. Bisa saja, mereka mengarahkan jalan yang salah untuk sampai ke restoran itu. Sejenak, dia berpikir keras. Seharusnya, dia memanfaatkan teknologi saat ini. Seperti menggunakan maps untuk menunjukkan arah jalan. Bodoh, mengapa dirinya baru teringat sekarang?. "Arza! Kenapa nggak pake maps aja! Kita berdua kayak orang g****k tau nggak? Nanya-nanya ke orang-orang yang belum tentu kasih arah yang bener!" Arkanza tertegun. Dia telah gagal membodohi saudarinya. Otaknya sudah tak mampu untuk berpikir lagi. Eleena tampak menggebu-gebu ingin kencan bersama ketua OSIS itu. "Mana sini, Za, hp gue!" Arkanza melirik Aditya sekilas,

