12.

2023 Words

Hardi tak langsung melajukan mobilnya. Dia melirik ke arah putranya yang terus terdiam. Kemudian, mengulurkan tangannya, menepuk paha putranya. "Cerita sama Ayah, Arkanza." ucapnya lembut. Air mata yang sedari tadi dibendung, akhirnya melolos. Arkanza langsung memeluk Ayahnya. Mengalirkan rasa sedihnya kepada Hardi. "Yah... Aku bukan anak haram... Hiks...hikss....." "A-Aku anak di luar nikah, Yah!" Hardi mengelus punggung putranya. Lalu, melepas pelukan perlahan. Dia mengelus kepala Arkanza yang tengah menyeka air matanya. Selama ini, dirinya tak pernah melihat putranya begitu rapuh. Sekarang, dia merasakan ada banyak beban di dalam hidup putranya. Arkanza menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Dia siap menceritakan rahasianya kepada pria paruh baya yang amat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD