Wajah yang memberengut itu perlahan mulai memudar, berganti dengan ekspresinya yang datar. Kemudian terbit sebuah senyuman manis dari bibir Aileen. Tersenyum malu-malu sambil menunduk. Teringat akan perkataan yang baru saja Axel lontarkan kepadanya. "Istri?" gumamnya. Aileen menghela nafas panjang. "His, apaan sih! Kenapa otakku jadi tak waras begini! Sadar Aileen, sadar! Jangan sampai kau terpedaya pada sikap dan ucapan manisnya. Kau tau sendiri kan kalo dia itu seorang pria Cassanova! Pasti sudah banyak wanita yang terjerat dalam bujuk rayunya!" Aileen menolak pikiran yang memenuhi otaknya. Mencoba melawan rasa yang mulai tumbuh di hatinya. "Tidak! Aku tidak boleh terlalu dekat dengannya. Jika hanya sekedar berteman, mungkin aku akan mempertimbangkan. Tapi jika dia memintaku untuk

