Ketika semburan cahaya kemerahan tampak di ufuk timur, Axel sudah lebih dulu bangun dari biasanya. Jika di kediamannya ia selalu terbangun saat matahari sudah muncul, namun lain halnya dengan kebiasaannya selama ia tinggal di desa itu. Axel lebih sering terbangun saat matahari masih sembunyi dan malu-malu untuk keluar. Laki-laki itu sangat senang menyaksikan pergantian fenomena alam, dari fajar ke pagi. Fajar mulai menyingsing. Hembusan angin terasa begitu menenangkan. Lembut menerpa kulit seperti sedang memberikan kenyamanan dan rileksasi kepada setiap makhluk hidup yang merasakan hembusannya. Matahari pagi masih bersembunyi di balik awan. Seakan enggan untuk melihat isi bumi. Axel, pria berwajah oriental dan bertubuh jangkung itu pergi ke halaman belakang rumah. Sepertinya ia sudah ter

