Perasaan Khawatir

1013 Words

Stefan terburu-buru melajukan mobilnya kembali pulang kerumah, pikirannya agak kalut setelah melihat kondisi Love yang demam dan kini mulai rewel. Alina mulai mengompres dahi Love dengan sapu tangannya, berharap suhunya akan turun. Sementara Love masih terus menangis. "Shella...maaf, sepertinya kau harus pulang naik taksi, karena rumahmu berlawanan arah...aku harus cepat sampai kerumah..." Ujar Stefan sambil tetap fokus menatap jalanan. "Hmm...oke, Tak masalah...biar aku turun di depan saja, nanti aku akan cegat taksi..." Sahut Shella dengan wajah datarnya. "Shella...kau hati-hati ya," Kata Alina. "Ya..ya...sebenarnya aku agak kecewa sih...kita hanya jalan tanpa membeli apapun...tapi ya sudahlah...apa dayaku..." Cetus Shella. "Shella, tidak seharusnya kau berkata seperti itu, anakku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD