Hari-hariku mulai berubah. Sejak hari itu aku menjadi anak yang sangat pendiam dan sering sekali melamun. Aku tidak dihantui rasa bersalah. Justru di dalam otakku berputar-putar berbagai cara mengorek isi tubuh makhluk hidup. Entah itu hewan kecil atau pun sedang. Tak lama sejak pindah ke Indonesia, akhirnya aku bersekolah di Bali. Saat itu biaya sekolah tergolong murah, bahkan dengan uang dari pria yang kubunuh itu, mama masih bisa menyekolahkanku sampai lulus SD. Semua pelajaran yang kudapat di Sekolah juga seharusnya mudah, sulitnya hanya karena aku harus belajar Bahasa Indonesia disini. Tapi itu hanya di awal, tinggal beberapa bulan disini aku sudah bisa berbicara meski tidak begitu lancar. Di Sekolah, aku bertemu banyak sekali orang. Aku yang tadinya bersemangat karena ingin punya

