Caught

1959 Words

"Ha.." "Hahahahahaha!" Aku terdiam begitu tawa Adrian pecah. Tawanya nyaring dan terus menggema untuk beberapa saat. Orang-orang lewat mulai menaruh perhatian pada kami. Berbisik membicarakan kami sambil mereka lewat. Kulihat air mulai terbentuk di ujung matanya dan Adrian menggenggam perutnya sendiri menahan geli. Selucu itu kah? Tunggu, aku bahkan tidak tahu apa yang lucu. "Hihihi... Konyol banget, astaga..." Kini tawanya mereda. Lalu Adrian mulai mengatur napasnya agar normal kembali. "Tidak mungkin dia merasa bersalah padaku. Sekali pun merasa, pasti bukan padaku. Entah pada siapa." lanjutnya masih dengan sedikit nada tawa, juga sambil mengusap air di ujung matanya. Aku mengernyit. "Kenapa?" "Aah, tidak apa-apa. Lagi pula bukan urusanmu." elaknya, sambil hendak berlalu. Tangank

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD