[Stefhana] "Hmm... Hm.. Hmmm.." Yang kedengaran sekarang hanya senandung suara Adrian. Sudah lewat sekitar setengah jam dan beberapa hal sudah terjadi selama kami berdansa. Sekarang ruangan ini telah bersih tanpa ada mayat atau meja makan berlumuran darah. Tidak ada setitik darah pun lagi di lantai. Darah yang tersisa hanya yang terciprat di wajah dan bajuku juga yang paling banyak ada di wajah Adrian. Sebelum aku berhasil keluar dari labirin trauma dan kembali bisa mengendalikan tubuhku, ruangan ini tiba-tiba saja kosong menyisakan aku dan Adrian yang masih berdansa. Peristiwa beberapa waktu lalu masih terus membekas di pikiranku. Tiap kali aku menutup mata, gambaran kematian Ferry justru terlihat jelas. Tempurungnya yang terangkat, hingga membuatku pertama kali bisa melihat otak manus

