Meski jari-jarinya terlihat menutupi mata, Stefhana masih bisa melihat lirikan tajam Adrian padanya dari sela-sela jari itu. Adrian mulai mengatur napasnya yang mulai terbakar gejolak hasrat primitifnya. Bergidik ngeri, Stefhana memundurkan diri sampai ke tengah kasur agar bisa sedikit jauh dari Adrian. Ia menoleh ke kanan dan kiri, dan sisi-sisi kasur itu tiba-tiba terasa sangat jauh. Gadis itu ragu jika mendatanginya, Adrian justru akan lebih cepat menangkap dirinya. "Jangan... Kumohon, aku lelah sekali." Stefhana menggeleng lemah. "I know." Adrian menaikkan satu lututnya ke atas kasur dan segera menangkap pergelangan kaki Stefhana. Lalu menariknya hingga gadis berambut hitam itu kelepasan menjerit. "Kyaaaaa!!" "That's why we're gonna make it real quick..." bisik Adrian menggoda.

