Bab 23. Robot

1007 Words
Mereka berpencar, Monre dan Cahaya terkejut saat melihat beberapa ayam yang berada di dalam kandangnya. Mereka terlihat diam dan tidak banyak bersuara, ayam-ayam itu terlihat lebih tenang dari hewan sejenisnya. Cahaya sangat penasaran kembali mendekat kepada kandang, dia mengetuk-ngetuk berulang kali dan hasilnya tetap sama. Semua ayam itu tidak ada yang bersuara dan sibuk karena kehadiran mereka. Karena hatinya semakin penasaran, Cahaya kembali membuka kotak-kotak yang tertutup dengan kain. Monre udah berusaha mencegahnya tapi Cahaya ngeyel dengan hal ini. Dia melihat ada binatang lain seperti anjing dan kelinci, mereka sama! Tidak bertindak seperti binatang sejenisnya. "Apa kamu tidak merasa heran?! Mereka terlihat sangat tenang itu menakutkan bagiku, biasanya hewan-hewan seperti ini akan berkokok atau berlari menghindar ke arah kita. Tapi mereka berbeda sekali, lalu Kenapa mata mereka semuanya merah?! Apa kamu tidak penasaran Monre?!" Cahaya ingin membuka kandangnya, lalu Monre langsung menahan. "Kenapa?! Aku hanya ingin menyelamatkan mereka, untuk apa mereka berada di kandang ini disaat tak ada siapapun. Ayolah Monre ini adalah masalah kecil, baiknya kita tidak berdebat karena binatang juga makhluk hidup. Bayangkan saja bagaimana jika kita yang mengalami pengurungan seperti ini, kamu pasti akan merasa sakit dan kesepian bukan?!" Monre terdiam, dia terlanjur menjadi bodoh setelah menyukai Cahaya, dia merasa tidak bisa menolak perkataan gadis itu. Padahal sudah jelas Kevin mengatakan untuk tidak ikut campur dan melakukan apapun di dalam tempat ini. Karena sudah jelas ada sesuatu yang berbeda saat mereka melangkahkan kaki ke dalam, contohnya saja udara dan hawa ruangan ini sangat tidak nyaman. Namun Cahaya sangat sulit di ajak bicara, dia juga enggak untuk mendengarkan apa yang di katakan oleh Monre karena harinya sedih melihat hewan-hewan itu di sana. Satu persatu kandang Ayam, anjing, kelinci binatang lain itu dilepaskan oleh Nya. Perasaan Monre menjadi tidak nyaman, dia mencium sesuatu yang berbeda di sana. Sepertinya hewan-hewan itu sudah diberi obat-obatan, Monre sangat yakin. "Cahaya, ayo kita pergi, ini bukan tempat yang tepat untuk kita berdiam diri lebih lama, aku merasa tidak nyaman Cahaya! Apa kamu tidak mencium bau obat-obatan?! Di sini bukan sekedar kandang hewan saja, kita harus berhati-hati jika ingin membantu Kevin. Aku curiga, jangan-jangan kamu memang datang ke sini ingin menghancurkan yang ingin dia kerjakan. Baik kita pulang jika kamu tidak bisa diajak bicara Cahaya, aku tidak ingin Kevin menjadi sial karena kita. Dari awal kau memintaku untuk ikut datang kemari agar bisa membantunya, jika melakukan tindakan yang dia tidak sukai mungkin saja kita akan diusir secara langsung." Cahaya mengangkat kedua tangan, "Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi disini, mereka hanya hewan-hewan biasa dan kenapa aku tidak boleh membantu melepaskan mereka. Sebagai perempuan Aku hanya tidak tega, tapi semuanya sekarang sudah kita lepaskan jadi lebih baik pergi dari sini." Cahaya menarik tangan Monre, "kita harus mencari di sisi lain, hewan-hewan itu pasti akan selamat, bukan?!" Monre menggindik bahu, "tergantung dengan apa yang terjadi, mereka bisa selamat ke alam bebas atau selamat diperut seseorang." Kekeh Monre yang membuat Cahaya kesal, "sekarang lebih baik kita menyusul Kevin, semua sisi sudah kita lihat dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan! Aku yakin sekarang Kevin berada di tempat yang dia inginkan!" Cahaya tidak mengerti, "maksudmu karena setiap ruangan yang kita lihat gagal, tidak mendeteksi apapun. Maka ruangan yang dituju oleh Kevin adalah yang paling penting dalam perjalanan ini?!" Monre mengangguk, "baiklah kalau gitu kita harus mempercepat langkah biar mengetahui apa yang terjadi sebenarnya." Cahaya berlari, tapi dia tidak menemukan ujung dari tempat tersebut. "Di mana Kevin aku tidak melihatnya sama sekali padahal kita sudah berjalan cukup jauh. Aku cukup mengkhawatirkan dirinya, bagaimana kalau sesuatu yang buruk berada di depan mata." Mereka berlari dan melihat Kevin di sekarang duduk di meja yang sudah di isi oleh beberapa orang. Mata Cahaya dan Monre terlihat terkejut, ya... Mereka tidak bisa menutupi rasa terkejut. Situasi saat ini terlihat tidak baik, pelan mereka maju karena Cahaya dan Monre masih agak takut. "Kenapa kalian mengendap seperti itu?! Ini bukan manusia, jadi kalian tidak perlu takut! Beberapa robot ini sudah tidak aktif lagi, aku rasa tempat ini sudah cukup lama di tinggali. Sepertinya terlihat berbentuk laboratorium, tapi aku tidak bisa memastikan apa Mamaku memang bekerja disini. Beberapa robot terlihat seperti manusia, tapi setelah di lihat dari dekat mereka adalah contoh barang atau seperti suatu penguji." Monre dan Cahaya melihat dengan takjub, "kami tidak menemukan apapun kecuali binatang di dalam kandang." Ucap Cahaya santai, "aku rasa tante Ella juga tidak ada di sini, tempat gerakan kita harus lebih berhati-hati." Aku merasa tidak nyaman, kita harus segera pergi Kevin! Bau apa ini? Seperti darah saja, Kevin, Monre... Ayo pulang." Rengek Cahaya membuat Kevin bingung, ini adalah salah satu penyebab dia enggan mengajak siapapun untuk ikut campur ke dalam urusannya. "Kenapa kalian masih menung juga, ini mengerikan sekali." Cahaya masih mengoceh hingga Kevin sendiri tidak mengerti dengan apa yang dia katakan. "Aku tidak ingin kalian ikut kemari karena merasa terbebani, seperti saat ini kau sibuk ingin pulang saat belum menyelesaikan apapun. Kenapa Cahaya lebih baik kau kembali saja bersama Monre, banyak yang harus aku kerjakan di sini. Aku sudah mengingatkan dirimu dari awal, ini bukan tempat yang bagus dan tolong jangan ikuti aku." Kevin mengangkat kedua tangannya. "Monre bawa saja Cahaya pulang, aku akan tetap disini." Monre terlihat ragu, dia bingung harus berbuat apa. Satu sisi di tahu Cahaya menginginkan Kevin berada di dekat dirinya, satu sisi lagi Monre mengerti dengan apa yang Kevin inginkan. "Jangan diam saja Monre, aku tidak bisa melihat kalian di sini lagi." Dia menggaruk pundaknya karena bingung melihat situasi saat ini, "sepertinya cahaya tidak ingin pulang, lagi pula kita sebentar lagi juga akan selesai. Sebaiknya kita mencari tahu di ruangan ini secara bersamaan, Aku tidak ingin pulang sendirian tanpamu, aku merasa cahaya juga merasa seperti itu." Gadis itu mengangguk, "bagaimana kalau kita menghentikan pembahasan ini, sekarang lebih baik kita berpencar mencari sesuatu yang bisa menghubungkan langsung kepada Nyonya Ella. Bagaimana menurutmh Kevin?! Aku hanya mencoba memberikan solusi kepadamu, beberapa orang harus bekerja sama denganmu. Kami berada di sini untuk melakukan itu, jadi jangan di usir Kevin!" Ucap Monre yang di anggukan lagi oleh Cahaya, dia menyesal karena mengatakan ingin pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD