Dia Kemana?

1082 Words
Jangan tanya rasanya ciuman bareng cowok bule. Uwww hati Elsa melambung tinggi, mana sensasinya menegangkan takut digrepe si abang Elvan. Ditambah si handuk malah tidak setia menutupi tubuhnya, jadi ketakutan Elsa semakin merajalela. Saat ciuman sedang panas-panasnya, saat momen tidak ada pembatas juga diantara mereka, hanya baju Elvan saja, eh pria itu malah berhenti dan pergi. Sebenarnya mau Elvan itu apa sih? Pagi-pagi datang mengganggu, lihat Elsa pakai handuk dicium dan ditinggalkan begitu saja. "Tu cowok kemana sih. Malah pergi coba." Kenapa Elsa kesal sekali ditinggalkan. Ingat Els, ini adalah New York, bukan Jakarta. Di new york tentu hal seperti ini sudah biasa, bahkan orang yang saling tidak mengenal juga bisa berciuman kapan dan dimana saja. "Apa ciumannya aneh? Atau badan gue kurang sexy?" gumam Elsa lagi sambil mengoleskan lipstik di bibirnya. Dia rasa tidak ada yang aneh pada dirinya kok, kata para mantan Elsa, gadis ini manis saat dicium. O iya, si Elvan emang liat Elsa polosan? Elsa tidak yakin karena pria itu langsung fokus ke handphonenya. "Atau dia malu kali ya, makanya pergi." Ya bisa saja kan Elvan tidak mau melihat body Elsa yang sexy tanpa busana. Mungkin Elvan tergolong pria yang menghormati wanita dan menjaga matanya, atau bisa jadi tidak normal, sukanya melihat cowok yang telanjang, bukan cewek. "Agghhh …. Sialan, kenapa mikirin dia sih Els?" tanya gadis ini pada dirinya sendiri. Kenapa Elvan bagaikan hantu yang wara-wiri di kepalanya sih, dari tadi tidak mau pergi. "Tadi cuma kecelakaan doang dan itu mungkin ga berarti apa-apa untuk dia." Dia berpikir realistis saja deh, jangan terlalu dibawa perasaan yang ada nanti tatid sendirian. Bule macam Elvan mana ngerti soal perasaan, mungkin ngertinya cara cari cuan yang banyak dan buka usaha yang besar. Elsa ogah sakit hati lagi oleh seorang pria, kalau bisa sekarang dia aja yang menyakiti, capek lama-lama jagain jodoh orang mulu dan dia cuma dimanfaatkan. "Ayok buruan jemput Angela, Els." Sudah menyemangati diri sendiri di hotel, eh pas sampai perasaannya kembali ambyar. Orang luar memang bermesraan di sembarang tempat. Masa pemandangan Elsa dari tadi adalah sepasang kekasih yang tengah berciuman. Hallows, dunia ini bukan milik mereka saja, ada orang lain juga. Elsa jadi ngiri dan flashback ke kejadian tadi pagi. Orang lain abis dicium ya dipeluk dan diajak jalan, bahkan barang bawaannya juga dibawain bund, ini kok Elsa ditinggalin, kan nyesek bund. Angela datang dengan penuh energi, sudah di charge infusan dan vitamin, masa masih lemes sih, oh enggak dong, habis kedatangan ayang juga jadi dia semangat. Saat menginjakkan kaki di bandara bukannya dapat sebuah pelukan atau senyuman dari sang sahabat, eh dia malah melihat raut wajah Elsa yang begitu menyedihkan. “Kok kusut sekali hari ini, Bestie? Kaya yang gak semangat jemput gue?” Angel jadi berburuk sangka, barangkali Elsa tidak mau capek-capek jemput. “Enggak kok, cuma lagi gak good mood aja.” Gadis ini menghela napas kasar. Jelas terlihat sekali kalau dia dalam suasana tidak baik. Siapa sih Elvan, kok bisa memporak porandakan hati Elsa. Ngeselin sih, tapi kok rindu? Heh … rindu? Oh my God, apa Elsa sudah tidak waras? “Kenapa bisa bad mood? Patah hati kah gara-gara Dani?” Et dah, si mantan malah disebut-sebut, mantan ke laut aja sih, jangan ada di muka bumi, mantan laknat tapi, kalau mantan terindah jangan. Angel tahu patah hatinya Elsa saat tahu kelakuan Dani, karena itu dia mengira Dani lah sumber dari kegalauan Elsa saat ini. Elsa meraih koper milik Angela sambil berjalan lesu, seperti belum makan saja, padahal tadi sudah sarapan roti dan sarapan ciuman, eh! “Bukan sih. Eh tapi itu cowok ke sini lho. Gaje banget kan.” Nanti saja cerita tentang Elvannya, dia takut Angel ikut ngebaper atau malah jadi heboh. Angel langsung menoleh, masa iya Dani jauh-jauh ke sini, berarti ada niat minta maaf. “Dia? Ke sini? Wuah daebak. Jangan mau lagi sama si bangke.” “Gak lah, maunya sama bule!” Nah lho malah keceplosan. Angel menoleh sambil membulatkan matanya. Sejak kapan sahabatnya ini doyan cowok berbadan kekar, bewokan dan berdarah kebarat-baratan, biasanya kan suka yang ala korea-koreaan. “Yakin? Beda adat, beda bahasa dan kebudayaan. Kalau di grepe duluan gimana, bobol gawang uuuwww. Abis itu dengan teganya mereka tinggalin karena pergaulan di sini emang bebas.” Kok Mak jleb banget kata-kata Angel, merasa ngena banget ke Elsa. Elsa jadi merasa tersindir nih. Belum diapa-apain oleh Elvan, cuma dicium, hampir ditembak dan salah tangkap doang, eh sekarang ditinggalin. Mana yang katanya mau tanggung jawab karena salah tangkap, mau jadi kacung dan menemani Elsa kemanapun, sekarang batang hidungnya juga tidak ada. “Apaan sih lo.” Mending pembicaraan ini dialihkan saja, kalau tetap lurus nanti kacau, bisa kebuka kartu Elsa. Angel tampaknya masih tertarik mengenai obrolan cowok bule orang sini. Gini-gini Angel juga pernah punya mantan bule, tidak semuanya baik. Di Mbah YouTube bule-bule yang kawin bareng orang indo baik, mempesona, sayang istri dan mau ikut kebudayaan kita. Realita tidak semuanya sama, beda negara beda orang ya beda rasa juga, mantan Angel juga tergolong b******k, Angel tinggalkan karena mau ngajakin naena sebelum menikah.“Iya lah. Cowok new york bukan ajak nongki di kafe shay, ngajaknya nongki di kasur. Mau?” Dia mengikut lengan Elsa yang berjalan di sampingnya. “Hmmm ….” Elsa makin parno, masih untung dia perawan, belum sempat diapa-apain oleh Elvan, coba kalau sudah dibobol, nanti pasti kena marah mami Arisa. More information, Elsa cuma pernah making out. Ya namanya juga anak ibukota, jarang ada yang perawan, Elsa dan Angel masih perawan itu bagus, mereka masih bisa menahan godaan. Maksimalnya making out itu dilakukan bersama pria yang benar-benar mereka cintai. Making out banyak dilakukan pasangan dewasa seperti Elsa di ibu kota, jangankan yang dewasa, bocil juga iya. Bocil-bocil sekarang meresahkan bund, harus kuat penjagaan daripada kecolongan. Kelihatannya aja polos, eh ternyata pacarannya main pegang-pegang, ciuman dan hampir penetrasi. Kayaknya Elsa aja kalah oleh para bocil di zaman ini. “Jangan-jangan emang lagi deket sama bule nih?” Angel tiba-tiba curiga, mana tau iya kan! Angel tidak menemani selama beberapa hari, selama itu bisa jadi ada kang mas bule yang mempesona dan membuat Elsa jatuh cinta. “Kepo.” Gadis ini memalingkan wajahnya, Angel kalau sudah curiga bakal jadi detektif mendadak. Tidak udah bilang saja nanti dia bisa cari tau dan tebak, sungguh canggih dan punya kepekaan tinggi. “Siapa dia, orangnya kaya gimana dan ganteng atau enggak?” tanya Angel lagi, dia seperti cenayang saja, habis ini pasti bisa tau orangnya siapa kok. “Apaan sih, jangan kepo. Gak ada kok gak ada.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD