Elsa melihat kebolehan Elvano saat bermain judi, pria itu mendapatkan banyak dollar hasil permainannya. Dari permainan yang Elvano lakukan Elsa sedikit belajar agar dia juga bisa melakukannya sendiri.
Sayangnya ada yang membuat Elsa salah fokus, bukannya malah mempelajari cara main El, dia malah memperhatikan wajah pria ini. Menawan sekali Bestie, bule bibit unggul ini, sayang sekali jika dilewatkan. Wajah Elvan sungguh tampan, hidungnya mancung lurus nan rapi, mirip seperti hasil operasi tapi ini asli, matanya memiliki sorot mata yang tajam dengan iris warna biru, bulu mata dan alisnya tebal, jidat tidak terlalu lebar tapi ada pucuk maru di bagian tengahnya, kegantengan ini begitu lengkap saat Elvan sedikit tersenyum, ada lesung pipi dan bibirnya sungguh indah sekali, wajahnya hampir mirip Zayn Malik.
Pria setampan ini Mafia? Cocok sih, dilihat dari postur tubuhnya sungguh sempurna sekali, mirip tubuhnya Massimo. Dilihat dari kanan, kiri atas dan bawah semuanya tidak ada minus malah plus-plus.
Elvano yang diperhatikan wanita cantik saat bermain jelas so ganteng dan tidak mau kalah dalam bermain lah, malu nanti klau kalah di depan Elsa, mau ditaruh di mana wajahnya. Bagian lengannya dia linting agar otot tangan terlihat jelas, rambutnya juga sesekali dia rapikan agar stay cool.
Nikmat mana yang engkau dustakan, Elsa rela deh disandera abang modelan begini, yang ada tidak mau pulang, Bang. Oh tidak, Elsa sampai lupa dengan semua agenda bisnisnya, dia di sini kan untuk mencari investor, bersaing memenangkan tender dan mengembangkan perusahaan. Sekarang Elsa malah sibuk memperhatikan cowok ganteng.
Elvano sudah selesai memenangkan tiga babak permainan, tumpukan uangnya sudah tinggi sekali. Dia melirik ke arah Elsa yang tengah duduk sambil menyangga dagu dengan satu tangannya.
“Gadis ini.” Elvan menepis lengan Elsa sehingga dagu gadis itu hampir mengenai meja, sandarannya kan sudah disenggol Elvano, jahil sekali pria ini mengisengi Elsa.
“Kamu ish.” Sedang asyik lihat cogan lho, malah tega diganggu.
Elvano begitu berani sekali, dia meraih beberapa lembaran uang dollar lalu menggulungnya dan dia selipkan ke tengah-tengah kedua gunung Elsa. Gadis itu jadi kaget dan ingin marah, untungnya uang lho, kalau yang nyodok masuknya itu tangan Elvano pengen Elsa patahin tangannya sekarang juga.
Kurang ajar sih, tapi ini hanya bercanda kok, Elvano sengaja saja menakut-nakuti Elsa dengan sikap m***m dan gadis itu pasti tidak akan mau lagi kan menjadikan dia tour guidenya.
“Kamu?” Elsa melebarkan matanya dan ingin marah, dia sedikit marah pada Elvano tapi gadis ini jelas tidak akan bisa meluapkan emosinya, dia sedang di kandang orang lho, bukan di kandang sendiri.
“Mau pulang kemana?” tanya Elvano pada Elsa yang mulai mengantuk, dia beberapa kali menguap dan pandangannya sayu. Disekap anak buah Elvano tidak membuat dia bisa tidur nyenyak, jadilah hari ini dia ingin tidur sangat pulas. Pantas Elvan tadi mengagetkannya, pria itu tahu Elsa sedang mengantuk.
“Hotel tempatmu menginap jauh dari sini, atau mau tidur di mansionku saja?” Di rumah Elvan bakal banyak benda, hewan dan benda yang bakal membuat Elsa takut dan kabur dari Elvan. Elvan kira Elsa adalah gadis manja yang menye-menye, paling di takut-takuti saja sudah terbirit-b***t kabur sendiri.
Saat ditanya begitu, Elsa malah tidak menjawab, pandangan Elsa sekarang tertuju pada sosok cowok ganteng dan bertubuh atletis. Gak jadi berantem dan marah ke Elvano dong, orang pandangan dia tidak sengaja nemu cowok tamvan. Elsa kira tempat judi itu isinya bapak-bapak tua bangka, kakek yang gila harta dan wanita penghibur saja, eh ternyata isinya ada cowok ganteng juga. Oh tidak, ini benar-benar surga dunia, ada uang ada cogan dan ada makanan enak.
Pria itu mendekat ke arah Elvano dan Elsa, tampaknya dia mengagumi kecantikan dari sang gadis. Jiwa playgirl Elsa pun terbangun, lumayan nih bisa cari calon suami kaya dan ganteng, mumpung sedang di luar negri, kalau produk lokal dia sudah bosan jadi pengen produk luar negri untuk memperbaiki keturunan, jadi anaknya nanti blasteran indo amerika.
“El … Elsa!” panggil Elvano tapi Elsa malah pergi meninggalkannya, kasihan ini cogan, malah dicuekin gitu aja. Tadi Elsa mengantuk, sekarang malah seger lagi liat yang ganteng-ganteng bening aduhai, emang cogan keluarnya di jam genting, bukan di jam masih sore.
Kini Elsa dan seorang pria bule orang amerika sedang berhadapan, dia adalah bos besar dan sering mampir ke tempat ini. “Kamu sangat cantik. Boleh saya berkenalan dengan anda?” Dia mengulurkan tangannya yang terlihat kekar. Pria yang mengenakan kemeja warna coklat ini terlihat sopan dan santun sekali, Elsa suka dengan tatapan dan caranya mengajak berkenalan.
“Nama saya Elsa!” Elsa membalas jabatan tangannya. Ketar ketir d**a adek bang, berjabatan dengan orang setampan ini, mirip dewa yang sedang turun ke bumi.
“Aku Arion Austin Bahran!” Nama yang begitu indah, artinya pria menawan yang memikat hati, hebat dan bercahaya.
“Nama yang indah, Tuan.” Elsa mengagumi keindahan namanya, sama indah dengan wajah tampan pria ini.
“Ah, panggil saja Arion, Elsa. Kau di sini bersama siapa?” Arion berharap Elsa sendirian.
“Sendirian saja!” jawabnya bohong, jelas-jelas di belakang ada Elvano lho, duaduu ini cewek, mau jadi playgirl di negri orang.
“Maukah bermain denganku?” Asiikk …. Ingin rasanya Elsa jerit-jerit kegirangan, diajak cogan main judi sih, gak apa-apa kan biar sekalian PDKT uy, rejeki jangan dilewatkan.
“Ehem …. Apa kau bilang? Sendirian?” Tiba-tiba ada Elvano berdiri di belakang Elsa sambil memasukkan dua tangannya di saku celana.
“Maaf anda siapa?” tanya Arion sambil melirik Elvano, meski sering ke sini dia tidak pernah bertemu dengan yang punya Kasino.
“Saya–” Bingung Elvano mau jawab apa, masa tour guide, atau masa bilang mafia yang salah tangkap. Aiihhh!
“Temannya!” Ya sudah dia jawab saja ini.
Elsa melirik Elvano sinis, kapan mereka jadi teman? Orang dia mau jadikan Elvano kacung. “Ayo kita pergi, tadi kamu mengantuk.” Pria ini bahkan merangkul Elsa. Apa-apaan El, tadi mengagetkan dengan menyelipkan uang di belahan d**a Elsa, sekarang malah merangkul di depan cowok yang mau Elsa dekatin, nyebelin ih!
“Ish ganggu!” Elsa menggerutu pelan sambil mengerucutkan bibirnya, dia tidak mau debat dengan Elvano di sini. Nanti Elsa pasti akan balas dendam atas semua perbuatan Elvano malam ini, awas saja, dia menunggu waktu yang tepat.
Gadis ini tentu tidak kehabisan akal. Sayang dong cogan kalau dilewatkan, siapa tahu berjodoh dan bisa jadi teman kencan di amerika. Pasti bosan lihat Elvano lagi Elvano lagi, orangnya terlalu menyebalkan. Elsa meraih pulpen di saku milik pelayan yang sedang lewat, dia pun menuliskan nomor ponselnya di telapak tangan Arion. “Hubungi saya, ya! Sekarang saya pergi dulu, malas dengan teman saya terlalu bawel ini.”
Elvano melirik Elsa sinis lalu menunjuk dirinya sendiri. “Aku bawel?”