22. Dipeluk

1002 Words

"Apa yang gak bisa?" tanya Sofia, menatap penuh tanya. "Aaa ... em ... itu ... aku gak bisa berenti makan karena masakan mama enak banget," kilah Amanda, untung saja ia dengan cepat menemukan alasan yang masuk akal. "Oh." Sofia tertawa. "Makan! Makan! Makan yang banyak. Habiskan juga boleh kalau kamu kuat." Amanda hanya tersenyum meringis, tanpa mengatakan apa-apa. Kembali fokus pada makanan sambil mengutuk diri sendiri. Setelah makan malam selesai, Amanda tidak diperbolehkan membantu membereskan apa-apa. "Sudah, kamu gak perlu ikut beresin. Ada nanti yang ngerjain," ujar Sofia. "Gak apa-apa, Ma. Aku bantu bawa ke dapur." "Jangan!" Sofia mengambil kembali piring kotor dari tangan menantu. "Sudah kamu duduk aja." Amanda pun pasrah meski sebenarnya ia tidak terbiasa dilayani. *** "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD