"Al!" Pria itu berbalik. "Kamar ini ... kuncinya ilang. Mama pakai kamar lain aja," ujarnya sambil memasukkan kunci kamar ke dalam saku jas yang masih melekat di tubuh. Untung saja ia masih sempat mengunci sebelum ibu menyusul. "Kok bisa hilang?" "Aku kayaknya lupa naruh kuncinya." "Tapi kan biasanya kamar ini nggak kamu kunci." "Kemarin itu aku habis beresin sebagian barang aku yang gak kepake. Aku kunci karena masih berantakan. Eh malah lupa naruh kuncinya di mana." "Oh. Ya sudah. Mama pakai kamar ini aja," tunjuk Sofia pada kamar yang tetap berhadapan dengan kamar utama. Aldin mengangguk sambil tersenyum lega karena ibunya parcaya. Meski merasa bersalah telah berbohong. "Ya udah. Aku ke kamar dulu." Sofia mengangguk. Aldin melepaskan jas lalu menyempirkannya di sofa. "Nanti kal

