10. Beruang Kutub

1002 Words

"Kayaknya aku tahu harus cari tahu ke mana." Amanda tersenyum lebar. "Eh tapi ada yang lebih penting dari itu sekarang. Lapar. Harusnya tadi aku bawa makanan sambil pulang,'' gumam Amanda, mengusap perut yang keroncongan. "Semoga ada yang bisa dimakan." Pergi ke dapur. Membuka lemari pendingin. "Perasaan kemarin ini kulkas kosong. Sekarang udah penuh aja. Apa Beruang Kutub itu yang belanja ya?!" gumamnya seraya mengambil satu buah apel lalu menggigitnya. Duduk di kursi dapur, menikmati makanan. Berdiri dari kursi, membuka tutup lemari dapur satu persatu. "Hah? Serius ini dia gak punya mi instan?" Berkacak pinggang, menatap tidak percaya. Berdecak sebal kemudian. Ananda berjalan menuju meja panjangan yang ada di ruang tengah. "Ini dia. Untung aku ingat pernah lihat buku telepon di sini."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD