Bab 14. Cerai?

1323 Words

Terdengar suara anak-anak yang beramai-ramai menyanyikan lagu selamat ulang tahun dari dalam restoran makanan cepat saji itu. Aku memilih menunggu di area parkir, di dalam mobil. Rasanya cukup ketika pertemuan orang tua saja aku berada bersama kumpulan ibu-ibu itu. Ponsel di atas dashboard berdering. Kuraih segera. Menekan options jawab setelah melihat nama yang tertera di layar. "Halo, Di." "Ya, halo, Dam. Lagi di mana?" "Di luar, nganterin Salwa ke ulang tahun temennya." "Oh." "Mau ngomongin soal Suci?" tukasku. "Ya, enggak juga, sih. Cuma udah lama aja kita enggak ngobrol-ngobrol. Lo 'kan udah lama enggak ikut ngumpul," ucap Dodi. "Sorry banget buat itu. Gue enggak bisa juga tiap waktu titipin Salwa sama Ibu. Ibu juga punya kesibukan." "Gue ngerti, Dam. Justru gue salut banget

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD