"Tadi pagi, Suci datang ke rumah Mama. Dia cari aku. Mas Dodi yang ternyata sudah tau kondisi Suci langsung menelpon aku," ucap Davira. Dia terdiam sesaat, lalu melirik ke arah meja sebelah. Di mana ada Suci dan Salwa yang sedang duduk saling berhadapan. "Maaf, aku baru tau ini. Aku turut bersedih," lanjutnya. Aku hanya tersenyum tipis menanggapi rasa prihatinnya. "Awalnya aku juga enggak ngerti. Enggak biasanya Suci mengajak aku keluar. Dia ... juga datang sendirian. Beruntung Dennis bisa memahami keadaan Suci, dan dia mengizinkan aku pergi menemani Suci untuk jalan-jalan," ujarnya lagi dengan wajah penuh rasa bersalah. Aku mengembuskan napas. Benar-benar memalukan. Selama ini semua temannya sudah tahu seperti apa Suci setelah menjadi istriku. Dia tidak pernah keluar rumah tanpa sepen

