Sebuah mobil melaju menuju sebuah kawasan apartemen. Si balik kemudi, seorang laki-laki berusaha meyakinkan diri berkali-kali bahwa yang dilakukannya bukanlah hal yang salah. Tuhan sudah menghalalkannya untuknya sejak ia mengucapkan ijab qobul di hadapan wali si perempuan. Pintu itu terbuka. Seorang perempuan dengan daster rumahan berdiri di tengah ruangan. Si perempuan tersenyum lebar, bergegas menyambut dengan pelukan hangat. “Aku rindu,” dia memeluk, menangkup wajah di hadapannya, kemudian menyatukan bibir mereka. Mendapati keagresifan si perempuan, si laki-laki mendorong tubuh yang lebih pendek darinya itu hingga menyentuh dinding terdekat. Si perempuan tersenyum saat telapak kekar karena bekerja itu meloloskan baju yang dikenakannya. Kain tipis itu meluncur turun melewati tubuh si

