“Mama, semalem kayaknya aku denger Adek nangis,” kata Azka sambil mengambil nasi goreng di atas meja ke piringnya. “Iya, kaget bangun Mama lagi keluar sebentar.” “Tapi nangisnya gak sebentar,” kata Naufal. Ayu hanya tersenyum. Ia mengelus kepala Naufal yang semalam agak demam. “Maaf ya, Kakak jadi terganggu tidurnya. Masih pusing?” “Sedikit.” “Dimakan sarapannya terus minum obat.” “Mama berangkat hari ini?” “Iya, Sayang. Gak sampai sore kok Mama hari ini. Mama usahain setelah selesai priksa pasien langsung pulang.” “Aku ikut Mama saja boleh?” sepasang mata Naufal menatap ibunya penuh harap. “Mama kan harus periksa orang sakit, Sayang. Kondisi Naufal lagi kurang fit, Mama khawatir nanti malah terpapar virus kalau ikut Mama.” Naufal mencebik kecewa. Ia tak ingin berdua saja dengan

