Ayu berangkat dengan Bibinya Aminah ke kota menggunakan Mobil yang disewa bibi nya untuk mengantar ke kediaman calon Majikan Ayu. Bermodal alamat yang di beri Nina yaitu wanita paruh baya yang tak lain Adalah tetangga Aminah dikampungnya. Nina sudah lama bekerja di Kota. Dikarenakan tenaganya sudah mulai lemah dia di anjurkan mencari orang yang bisa membantu dia jadi pelayana Tuan muda di rumah besar.
Setelah perjalanan 3 jam, akhirnya mereka sampai di Rumah besar dengan Cat putih dengan pagar tinggi dan penjagaan yang ketat.
"Wow Besar sekali rumah ini" gumam Ayu di hatinya.
" Ayu Kita turun yu.." Ajak Aminah ke Ayu.
Mobil hanya berhenti di depan Pagar dan Aminah mendatangi pos penjaga dan mengutarakan maksudnya Ke Orang-orang dengan otot besar dan bermuka seram.
Tid..Tid..
suara Mobil Sport mewah mengklakson mobil sewaan Aminah. penjaga langsung membuka pintu gerbang dan menyuruh mobil sewaan aminan menyingkir.
Ayu langsung lari ke sisi kiri jalan.
kaca mobil mewah tersebut Terbuka dan ternyata ada Seorang laki laki di dalam mobil menatap Ayu dalam. seketika Ayu menunduk malu.
Laki laki dengan Tampang blasteran, mata Abu-Abu tua,Kulit putih,dengan Bulu halus di dagu dan kumis tipis.
" Siapa kalian??" Tanya laki laki di balik kemudi mobil sport merah nya.
" Maaf Tuan saya ketemu Bi Nina kesini" Jawab Aminah.
Ayu hanya bisa menunduk takut. Tanpa menjawab.
" Hemmm..Ya sudah jangan halangi jalanku" Jawab Laki laki itu dingin.
Mobil mewah langsung masuk tanpa basa basi.
Aminah masuk bersama Ayu ke halaman Rumah besar tersebut, Tak lama Nina Datang dan menyambut Aminah dan Ayu.
" Waalaikum salam Aminah dan Ayu..mari masuk ikuti saya"
Aminah dan Ayu masuk melalui pintu samping yang sepertinya Pintu khusus pekerja di rumah ini.
Ayu dan Aminah hanya takjub denga rumah mewah ini.
"Kapan aku punya rumah semewah ini" Bisik ayu didalam hati.
" Ayu kamu nanti disini bekerja melayani tuan muda" timpal Nina.
"Apa?! Tuan Muda yang tadi menegur kami?"..Tanya Ayu kepada Nina.
" Iya..Apa ada masalah? Pelayan Tuan muda Berhenti karena sakit maka dari itu aku mencari penggantinya, Sepertinya kamu Cocok menjadi penggantinya" jelas nina.
" Siapa nama Tuan muda yang akan saya layani Bibi Nina?" Tanya Ayu .
"Alexander Wijaya atau kamu bisa memanggilnya Tuan Alex" jawab Nina.
"Tuan Alex" gumam Ayu dalam hati.
Alex Sangat tertutup dalam kehidupannya, Bahkan Nina yang bekerja belasan tahun dengan keluarga Alex tidak tahu Apa pekerjaan Alex sebenarnya sehingga bisa kaya raya.
Orang tua Alex sudah lama menetap di luar negeri, Jarang sekali pulang ke indonesia. Yang Nina tahu Alex Sangat di takuti oleh bawahannya.
Rumah Alex dijaga ketat oleh Bodyguard Ahli bela diri.
walaupun Alex sudah berusia 31 tahun tapi Alex belum berniat menikah, hanya beberapa kali membawa wanita.Ya..wanita teman tidurnya.
.......
Aminah langsung pulang ke kampungnya setelah mengantar Ayu ke tempat bekerjanya. Hari sudah sore, Ayu dianter Nina kekamar Yang tidak jauh dari kamar Alex, hal ini agar memudahkan Pelayannya saat Alex membutuhkan pelayanan.
Malam Menjelang...
Ayu masih gugup saat akan mengunjungi kamar Alex untuk memberitahu Makan malam sudah siap..
Tok..Tok..Tok..
Ayu mengetuk pintu kamar Alex..
Trekkk...
Alex membuka pintu dengan tubuh basah dan hanya memakai handuk. seketika Ayu langsung gugup..
" Ada Apa?" Tanya Alex datar kepada Ayu.
"Tu..tu..an Makan malam sudah siap" jawab Ayu gugup.
" Antarkan ke kamarku, Sekalian Bawa Teh hangat buatan Nina Cepat" Perintah Alex.
Tanpa menjawab Ayu berlari dan menyiapkan makanan Di bantu Nina.
......
Tok..tok..tok..
" Maaf tuan saya akan masuk" Ijin Ayu kepada Alex yang duduk di Sisi ranjang menggunakan piyama tidurnya.
" Siapa namamu dan dari mana asalmu, aku harus tahu asal muasal pelayanku. Banyak orang lugu sepertimu tapi banyak ternyata berbahaya" Tanya Alex kepada Ayu yang baru saja masuk kekamar sambil membawa makan malam Alex.
" Saya Ayu Anisa tuan..Panggil saya Ayu..saya tetangga Bi Nina di kampung, saya bekerja disini atas ajakan Bi Nina" jawab ayu dengan rasa takut.
Ayu menaruh Makan malam di meja kotak yg sepertinya khusus makan malam Alex di kamar. Saat ayu akan pergi Alex memanggilnya
" Hey suruh siapa kamu Pergi,tidak sopan"
sontak ayu terhenti, Dan berbalik badan.
"Temanin Aku makan sampai habis, setelah itu silahkan kamu pergi" perintah Alex.
" Ya Tuhan, Bagaimana ini..aku gugup sekali di dekat tuan Alex kenapa dia menyuruhku menemaninya makan" gumam Ayu dalam hati sambil memainkan jari jari nya di bawah perutnya sambil menunduk.
Ayu berdiri didepan meja tempat Alex makan.
"Apa kau sudah menikah atau mempunyai pacar" Tanya Alex secara tiba tiba kepada Ayu.
Ayu hanya melongo menatap Wajah Alex dan langsung menjawab.
"Saya masih gadis dan belum punya pacar tuan" jawab Ayu.
"Maukah kamu jadi Istriku?" Tanya Alex datar.
" Apa...???" Ayu menjawab kaget atas perkataan Alex.
"Aku hanya ingin ada yang melayaniku setiap saat tanpa ragu, menemaniku tidur&menyediakan semua kebutuhanku. Aku akan menggajimu 10X Lipat dari sekarang. Syaratnya kau tidak boleh keluar rumah dan Hamil karena aku belum siap ada suara berisik dirumahku.
Dan satu lagi aku bisa membatalkan Pernikahan ini kapanpun aku mau tanpa harus kamu menyetujuinya" Alex mempertegas keinginan menikahi Ayu yang ternyata hanya ingin dilayani.
" Bagaimana apa kau setuju" Tanya Alex kepada Ayu yang masih bingung dengan perkataan Alex yang secara tiba-tiba.
Tanpa berfikir panjang Ayu menjawab,
"Maaf Tuan saya tidak bisa, Saya hanya akan menikah dengan orang yang menyayangi dan mencintai saya bukan karena ingin dilayani seperti tuan"
Mendengar Ayu menjawab seperti itu Alex berdiri dan mendekati Ayu dan mengangkat dagu Ayu dengan jarinya sambil berkata..
" Apa kau menolakku?"
Tiba tiba Alex berbalik dan menyingkirkan Piring dan gelas dimeja.
Praaayy...
Terdengar suara pecahan kaca dikamar Alex berasal dari piring dan gelas.
seketika Ayu menutup telinga karena ketakutan dan langsung menangis.
"PERGI KAU DARI SINI.." Perintah Alex kepada Ayu dengan muka sangat Marah.
Ayu pun pergi berlari sambil menangis dari Kamar Alex.
Sedangkan Alex langsung berteriak..
" Nina Kesini kau.."
Tak lama Nina datang dengan wajah takut dan Bingung dengan kemarahan Alex.
" Kenaappaa Tuaaann.." tanya Nina gugup.
"Aku tidak pernah menerima penolakan dari siapapun, aku ingin Wanita Kampung itu jadi pelayanku seumur hidupku apapun caranya" Teriak Alex kepada Nina.