Pria Posesif Gila.

1353 Words
BANYAK ADEGAN KHUSUS 18++!! Seminggu sudah Ayu sakit dan sekarang dia bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja Ayu sama sekali tidak pernah keluar dari Istana Alex. Alex melarangnya keluar rumah, Semua kebutuhan Ayu di sediakan di kamar. Sungguh seperti Burung dalam sangkar. Ayu sudah mulai terbiasa dalam kehidupan ini tapi sampai saat ini dia tidak komunikasi dengan keluarganya. Alex seperti takut Ayu berhubungan dengan dunia luar selain di Istananya. Untuk mengusir jenuh Ayu membantu pekerjaan Bi Nina. Hanya itu yang di lakukan oleh Ayu. Selama seminggu Ayu tidur sendiri, Alex tak pernah pulang. Banyak hal yang Ayu tidak ketahui tentang Alex. ----- Sore hari ayu sedang berada di taman belakang membantu Pak Ujang tukang kebun menyirami bunga-bunga. Tak lama suara mobil mewah yang tak lain adalah mobil Alex tiba di depan rumah. Deg.. Entah kenapa Ayu merasa jantungnya bergemuruh seperti ada hal yang buruk akan terjadi. "Sedang apa kau di situ Nona Manis" Tanya Alex yang datang menghampiri Ayu di taman belakang. "Saya sedang menyiram bunga Tuan" Jawab Ayu menunduk. "Sepertinya Kau sudah sehat hem.."Tanya Alex sedikit senyum. "Iya Tuan" Jawab Ayu pelan. "Kutunggu kau di kamar, Istriku" Perintah Alex sambil berjalan meninggalkan Ayu. Ayu menunduk ragu, Apa benar Firasatnya akan terjadi hal buruk. Dia berjalan ke kamar Alex dengan hati ragu dan takut. Dia Trauma..sangat trauma bagaimana Alex menyakitinya. "Siapkan Aku air hangat dan kamu akan mandi bersamaku" Ucap Alex sambil membuka kemeja warna Navy nya. "Tapi Saya sudah mandi Tuan" Jawab Ayu menolak halus. "Aku tidak peduli" Jawab Alex datar sambil berjalan menuju Kamar mandi. Ayu berjalan menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat di bathtub, Alex sibuk membersihkan Jenggot dan kumis nya yang terlihat menghitam. Sepertinya Alex kurang memperhatikan penampilannya beberapa hari ini. Alex membuka semua pakaiannya, Ayu terlihat membalikkan badan tanda dia malu melihat tubuh Alex yang atletis. "Buka pakaianmu sendiri atau aku akan merobeknya" Ayu terhentak dan langsung membuka dres selutut warna biru langit, membuka Bra dan celana dalamnya. Dengan malu-malu Ayu masuk ke Bathtub bergabung bersama Alex. Terlihat Alex tersenyum melihat Tubuh polos Ayu. "Berbaliklah..Aku ingin melihat wajahmu" Ucap Alex kepada Ayu. Ayu menuruti keinginan Alex, Rambut hitam sepinggang tergerai menutupi d**a Ayu. Alex menyentuh rambut ayu dan menarik rambut Ayu kebelakang telinga. Terpampang p******a ranum Ayu membuat Alex b*******h. Alex mulai menyesap ceruk leher Ayu, dan semakin turun ke pucuk d**a Ayu. Tanpa sadar Ayu mendesah.. "Ah...Tu..aann.." Alex tersenyum mendengar Ayu mendesah, Semakin menggebu memberi kecupan di diwajah, Leher dan buah d**a Ayu. Ternyata Kejantanan Alex sudah mengeras, dia mengangkat b****g Ayu dan menuntun kejantanan ke Lubang kenikmatan Ayu. "Ah..Saa..kitt.." Ayu berkata lirih sambil menahan Sakit di inti tubuhnya. "Tenanglah..Ini tidak akan sakit bila kau tidak menolaknya" Bisik Alex pelan di telinga Ayu. Alex membantu b****g Ayu naik turun dengan kejantanan Alex yang semakin mengeras. Sesekali Ayu dan Alex mendesah. Puas posisi Ayu di atas, Alex menyuruh Ayu posisi menungging. Tanpa Lama Alex menghujam Lubang Kenikmatan Ayu dengan sangat b*******h. " Punyamu sungguh Nikmat Ayu, Ah..Ah.." Bisik Alex ke telinga Ayu. "Pelan-pelan tuan, Sakit perih" Lirih Ayu memohon. "Bila kita sering melakukannya maka akan terasa Nikmat Ayu" Ucap Alex dengan nada sangat b*******h. "Ah..Aku keluar Ayu..Ah...." Alex Melepaskan Pelapasannya di rahim Ayu. Ayu pun Terjatuh ke bathtub dengan lutut gemetaran. Alex langsung keluar dari bathtub dan menyalakan shower membersihkan dirinya. Ayu masih terduduk di bathtub, Masih terasa nyeri di Selangkangannya tapi tidak seperti pertama mereka bercinta. Tak lama Ayu ikut membersihkan diri. ------- Pagi menjelang, Ayu dan Alex tidur di ranjang yang sama.. Ayu terbangun dan menatap Alex. "Ya..Tuhan kenapa aku menatapnya.." Gumam Ayu dalm hati sambil menggelengkan kepalanya. Ayu ke kamar mandi dan setelah itu kedapur membuatkan Alex Kopi. Walau masih terasa berat dihati sedikit sedikit Ayu bisa menerima Alex sebagai suaminya. Ayu membawa Kopi ke kamar dan ternyata Alex sudah bangun dan tak lama keluar dari kamar mandi. "Silahkan diminum kopinya tuan" Ucap ayu sambil meletakan Kopi di meja. "Hem.." Jawab Alex. "Tuan..Apa saya boleh menghubungi Bapak dan Ibu di kampung" Tanya Ayu sedikit ragu. "Untuk apa?" Tanya Alex datar. " Saya hanya sedang rindu kepada mereka di kampung" jawab Ayu pelan. "Baiklah.., Aku akan akan memberimu alat komunikasi dan kau hanya bisa menghubungiku, Kau harus ijin kepadaku bila ingin menghubungi orang lain termasuk Keluargamu" Tegas Alex kepada Alex. Ayu tersenyum, Dan itu membuat Alex senang. Ayu di beri Handphone keluaran terbaru dengan harga Fantastis. Tak lama Ayu menghubungi Ayah dan Ibunya. ------ Satu bulan kemudian.. Hari-hari yang Ayu lalui semakin normal, walau Alex tidak pernah mengajaknya mengobrol atau bercanda selayaknya suami Istri. Selama satu bulan Ayu tidak pernah kemanapun, Terasa jenuh. Seperti Narapidana yang sedang dikurung. Saat Pagi hari Alex duduk di meja makan sambil Meminum kopi, Ayu ikut duduk dan mengutarakan maksudnya: "Tuan Apa hari ini saya boleh ke supermarket dan toko buku?" Alex yang sedang memegang cangkir Kopi, melirik ke Ayu dan meletakan cangkir kopi. "Mau apa kau keluar?" Tanya Alex sinis. "Saya bosan Tuan..Ingin keluar Rumah" Jawab Ayu sambil menunduk takut. "Baiklah, Kau ditemani Brian, Waktumu tidak lebih dari 2 jam" Ucap Alex kepada Ayu. "Ambil Kartu ini, Kau bisa membeli apapun dan Pin nya aku SMS ke No Hp mu" Tegas Alex sambil meletakan Kartu kredit warna Hitam. Alex pergi tanpa menoleh ke Ayu yang sedang senang mendapat ijin dari Alex. Ayu segera mengganti bajunya dengan Dres putih motif bunga dan segera pergi di antar Brian ke Toko buku terdekat. Ayu senang membaca Novel dan Buku buku yang lain. Tiba Di Toko buku. Ayu sibuk memilih Novel yang dia inginkan, tanpa sadar dia menabrak seorang laki-laki dan langsung meminta maaf. "Maafkan saya Mas..Saya tidak sengaja" Ayu sambil menunduk tanpa melihat wajah laki-laki tersebut. "Ayu..?" Tanya Laki-laki tersebut. Ayu langsung melihat siapa orang tersebut ternyata dia adalah Asep. Teman SMP nya di kampung. "A..Sep.." Ayu tergagap menyebutkan nama Asep. "Lama kita gak jumpa Yu..Gimana kabarmu? Tanya Asep. "Alhamdulillah Baik Sep" jawab Ayu. "Gimana kita duduk sambil minum Yu.., Kamu tidak keberatan kan?" Ajak Asep. Ayu sedikit ragu. Tapi dia pikir tidak akan lama dan Alex tidak akan tahu. Ayu mengangguk. Mereka duduk di kedai kopi dan memesan Es kopi. "Gimana Yu..dengan pernikahanmu, sepertinya kamu bahagia" tanya Asep. "Iya Sep.." Jawab Ayu gugup. "Kamu tahu siapa suami Yu..?" Tanya Asep selidik. "Maksudmu?" Ayu berbalik tanya. "Lupakan saja" Asep sambil menyedot minumannya. " Dimana kamu kuliah Sep.." Tanya Ayu "Di Universitas negeri deket sini, Yu.." Jawab Asep. Setelah 15 menit mereka mengobrol tiba tiba Alex datang dan menyentuh bahu Ayu. "Apa yang sedang kau lakukan istriku?" Tanya Alex sedikit Emosi. Ayu terkejut kenapa Alex tahu dia ada disini. "Maaf Tuan Asep saya akan membawa Istri saya pulang" Ucap Alex kepada Asep. Asep hanya terdiam melihat Ayu di tarik paksa tangannya oleh Alex. Selama ini diam-diam Asep menyelidiki siapa Alex sebenarnya, Dia tahu Alex bukan Pengusaha biasa tapi Mafia kelas kakap yang sangat berbahaya. Asep.Khawatir dengan Ayu, Terlihat Ayu tertekan saat Alex menarik tangannya. Asep sangat menyukai Ayu tapi Alex mengambilnya secara tiba-tiba. ......... Alex membawa Ayu secara paksa, Ayu hanya bisa menunduk sedih. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sampailah merrka di Istana Alex. "Cepat turun gadis pembangkang" perintah Alex sinis. Ayu turun dan mengikuti Alex ke kamar. Alex berbalik badan dan memegang kedua lengan Ayu dengan kasar sambil berteriak; "Apa ini tujuanmu ijin keluar hanya untuk menemui mantan Kekasihmu hah.." Ayu menangis dan menjawab; "Saya tidak punya mantan kekasih tuan dan dia hanya teman SMP ku" Alex tertawa dan berkata; "Hahaha..Ayu apa kau bodoh, Asep menyukaimu terlihat dari matanya menatapmu" Ayu menunduk dan menangis tersendu sendu, Dia kecewa Alex tidak mempercayainya dan sekaligus takut. "Karena kau telah mengecewakanku maka aku akan menghukummu Ayu" Teriak Alex. Ayu langsung memandang Alex Iba. "Kau tidak boleh keluar dan menghubungi siapapun termasuk keluargamu" Tegas Alex. Ayu terlihat Frustasi dan menangis tanpa henti dan berteriak; "Dasar Pria Posesif Gila, Aku membencimu Alex..Sangat membencimu" Plak.. Alex menampar Dengan mata merah penuh amarah Ayu dan seketika Ayu pingsan di lantai kamar.. Tanpa Iba Alex meninggalkan Ayu dan menyuruh Nina menemui Ayu. Bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD