Pacaran rasa teman? Sudah biasa. Teman rasa pacaran? Sudah biasa. Pacaran rasa musuh? Ini yang sedang aku dan Pak Arvian alami. "Pak, serius banget lihat laptop, lagi ngapain sih?" Pak Arvian langsung menjauhkan posisi duduknya dariku, "Kepo banget." "Kepo itu tandanya sayang, mana sini laptopnya." "Mending kamu duduk di sofa dengan anteng sambil lanjutin nonton drama." Aku menyipitkan mataku, "Pak, saya curiga nih." "Curiga kenapa?" "Bapak lagi nonton video w****k?" "Sembarangan kamu. Pokoknya saya lagi enggak bisa diganggu." "Ya udah, awas aja manggil-manggil." Tak sampai lima menit aku mendiamkan Pak Arvian, ia mulai bersuara, "Kin, hobi kamu apa?" "Tadi sok-sokan enggak mau diganggu." "Jawab aja." "Makan." "Selain itu?" "Tidur." Pak Arvian menahan perasaan kesalnya

