Sudah tiga hari aku berjibaku dengan bintang kertas dan toples, tapi toples itu bahkan belum terisi separuhnya, padahal aku sudah mengabaikan jam tidur siangku dan melipatnya diam-diam saat ibu sudah tertidur. Sepertinya butuh banyak sekali bintang agar toples itu penuh dan permintaanku dikabulkan. Padahal aku sudah sangat ingin bertemu dengan Paman Aksa. Ibu hanya menungguiku di hari pertama, mengantarkanku sampai ke depan kelas di hari kedua, dan sampai gerbang pada hari ketiga. Hari keempat ini aku hanya berangkat bersama Kak Reda dengan mengendarai sepedanya. Aku duduk menyamping di bagian depan sepeda, sehingga saat turunan, angin yang meniup wajahku membuatku mengantuk. "Ute kok nguap mulu?" tanya Kak Reda. "Ute ngantuk Kak, semalam ngelipet bintang." "Loh, kalau udah malam haru

