Tiffany dan Jaka masih terapung di atas serpihan kayu perahu yang nyaris tenggelam. Tubuh mereka menggigil, tapi tatapan mata mereka sudah melampaui rasa takut. Hanya ketenangan yang tersisa, dan tawa kecil di sela napas berat. Namun tiba-tiba — riak air di sekitar mereka berubah. Ombak kecil bergoyang aneh. Cahaya bulan menyorot sirip-sirip tajam yang muncul perlahan dari permukaan. Tiffany menyipitkan mata: “Jaka… kamu lihat kan? aku harap itu bukan sama dengan yang kupikirkan.” Jaka mengerutkan kening, tapi masih santai: “Kalau yang kau pikirkan itu ikan duyung, kau terlalu optimis.” Tiffany menarik napas: “Dan kalau itu hiu?” “Berarti mereka tertarik dengan aroma parfummu, " kata Jaka tersenyum. Tiffany menyela dengan nada kesal, “Aku tidak pakai parfum, Detektif!” Jaka tersenyu

