Menuju Gelombang Badai

1149 Words

Fajar menyingkap tirainya perlahan di ufuk timur. Cahaya mentari pertama menembus kabut tipis, menyentuh lembut permukaan laut yang masih berdenyut oleh sisa gelombang semalam. Ombak membawa serpihan kapal, tas kosong, potongan kayu, dan aroma logam terbakar. Di antara puing-puing itu, dua tubuh terapung. Tiffany dan Jaka. Tubuh Jaka terluka di pelipis, darahnya bercampur air asin. Nafasnya berat, matanya masih terpejam. Sementara Tiffany, dengan sisa tenaga yang entah dari mana, menggenggam erat potongan papan kapal, berpegangan erat dengan Jaka agar tetap bertahan di atas permukaan air. Tiffany berkata dengan suara parau: “Hei... jangan lemas sekarang. Aku... belum sempat marah padamu karena kau menarikku kedalam gelombang ini...” Jaka tak menjawab. Laut menjawabnya dengan desir lem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD