Transaksi dalam Bayangan

1052 Words

Setelah lebih dari satu jam perjalanan yang berbatu dan bergelombang, mobil berhenti di depan sebuah bangunan besar yang berdiri sunyi di tepi pantai terpencil. Dari luar, rumah itu sekilas tampak seperti sebuah vila mewah, berdinding putih dengan halaman luas menghadap langsung ke laut. Namun hawa yang menyelubunginya bukanlah ketenangan, melainkan aura yang mencekam dan mencurigakan, dengan pagar tinggi, kamera pengawas tersembunyi di berbagai sudut, dan beberapa pria bersenjata yang mondar-mandir dengan tatapan tajam. Seorang pria membuka pintu mobil dengan kasar, meminta Bagas keluar. Kain hitam yang menutup matanya dilepaskan, cahaya sore langsung menusuk matanya, membuatnya harus menyipitkan pandangan. "Selamat datang, Bagas," ucap salah satu pria dengan nada dingin, tangannya mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD