Konspirasi Berdarah

1490 Words

Kombes Dito menutup pintu ruang kerjanya rapat-rapat. Di dalamnya hanya ada meja besar berlapis kulit, lampu meja yang memancarkan lingkaran cahaya sempit, dan peta kecil kepulauan terpampang di layar tablet. Di kursi tamu duduk Inspektur Ferry—wajahnya setengah pucat, setengah bersemu bangga atas rencana yang kian mengerucut. Di sudut ruangan, suara pendingin ruangan berdengung pelan, seperti napas panjang sebelum badai. Dito menyandarkan diri ke kursi, menatap bawahannya lekat-lekat. Bibirnya mengerucut, sabar seperti ular yang menunggu mangsa menjauh. “Kita punya masalah,” katanya perlahan, suaranya dingin. “ dan—yang paling berbahaya—Jaka Permana.” Ferry mengangguk. “Jaka sudah mulai menggali. Dia terlalu berani, Komandan. Kalau dibiarkan, dia bisa bongkar semuanya—kematian Wildan da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD