Wisata dan Konspirasi

1225 Words

Langit Raja Ampat pagi itu seolah dilukis tangan surga — biru lembut bergradasi, berpadu dengan cahaya mentari yang memantul di atas lautan sebening kristal. Angin berhembus pelan, membawa aroma asin laut dan wangi dedaunan tropis yang baru tersentuh cahaya pagi. Burung-burung camar menari di udara, menyapa rombongan kecil mahasiswa yang baru tiba dari Jakarta. Di antara mereka, Tiffany berdiri paling depan di dermaga kayu, rambutnya yang panjang berkibar ditiup angin laut. Matanya berkilat penuh pesona, seperti anak kecil yang baru menemukan dunia ajaib. “Lihat, Lis… airnya kayak kaca! Aku bisa lihat karang di bawah sana,” katanya dengan tawa yang melengking. Lisa tertawa, berjalan di samping Arif, pacarnya yang tampak sibuk menenteng kamera. “Kau bisa lihat karang, tapi jangan-jangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD