Langit ibukota siang itu tertutup mendung tipis. Di balik jendela kaca raksasa lantai 15 sebuah gedung pencakar langit, Nancy berdiri diam, menatap jauh ke arah kota yang tak pernah tidur. Jalanan padat, mobil-mobil meliuk di antara lampu merah, dan dari kejauhan, langit tampak samar-samar memantulkan pantulan gedung-gedung bertingkat. Namun bagi Nancy--semua itu tak ada arti di matanya saat itu. Di balik gaun putih sederhana yang dikenakannya, Nancy tampak lelah–bukan karena fisik, melainkan karena perang batin yang tak kunjung usai. Tangannya menggenggam secarik foto lama: foto dirinya bersama Tiffany yang diambil lima tahun yang lalu saat liburan mereka ke Danau Toba. Wajah Tiffany tersenyum lepas, sedangkan Nancy saat itu memeluk putrinya dengan hangat. Suara sepatu hak terdengar men

