Penyamaran Dalam Pelarian

1080 Words

Dinihari tiba dalam diam. Kabut tipis menyelimuti pantai pulau kecil itu, sementara laut tampak seperti cermin gelap yang luas tak bertepi. Cahaya bintang mulai memudar, digantikan semburat abu-abu pucat dari langit timur yang perlahan membuka tirai malam. Sunil berdiri di dekat speedboat, memeriksa tangki bahan bakar dan muatan perbekalan. Suaranya tenang namun tegas saat berkata, "kita harus berangkat sekarang. Ombak masih bersahabat, dan patroli laut belum dimulai di rute ini." Jaka sudah siap sejak sepuluh menit lalu. Ia memanggul tas berisi dokumen, alat komunikasi, dan perlengkapan darurat. Sesekali ia melirik ke Tiffany, yang sedang berdiri menghadap laut, rambutnya ditiup angin pelan. Ada kesunyian dan rasa rindu dalam tatapannya - seperti seseorang yang mengerti bahwa ia akan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD