Jaka menarik napas dalam, lalu menatap ke arah ikan kakap yang berada di tangannya. "oke," gumamnya pelan, kepada diri sendiri. "Mungkin ikan ini lebih mudah di bereskan terlebih dulu daripada berfikir tentang wanita cantik." Dengan senyum lelah, Jaka melangkah menjauh menyusuri tepi pantai, kembali ke pondok kecil mereka di bawah pepohonan kelapa. Ia mengambil pisau kecil yang disimpan dalam ransel, lalu mulai membersihkan ikan dengan cekatan. Tangan-tangannya bekerja sigap, seperti sudah terbiasa melakukannya. Cahaya matahari mulai menguning, pertanda senja akan datang. Jaka membuat perapian dari ranting-ranting kering yang dikumpulkan di sekitar pondok. Api pun mulai menyala, dan aroma asap kayu menari-nari di udara, bercampur dengan wangi air laut. Setelah ikan selesai dibersihkan d

