2. Terbangun

853 Words
"Tuan, Nyonya sudah bangun dan ia tampak tertekan" ragu-ragu Asisten berkacama itu melaporkan kepada lelaki dingin yang tengah tenggelam dalam pekerjaan. Lelaki itu Dylan Jepsen, tinggi tegap, wajahnya tegas dan pandangan matanya sedikit menakutkan, tajam, waspada dan penyelidik. Tubuhnya yang terbungkus setelan resmi, menyembunyikan otot-otot kuat dan terlatih, hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun di lapangan keras. Tiga tahun berkerah putih, membuat kulitnya yang dulu kecoklatan dan terbakar menjadi lebih lembut, membuat wajah tampannya nampak seksi dan memikat. Meski Dylan Jepsen sangat dingin pada istrinya, tapi sang Asisten tetap konsisten untuk melaporkan. Identitas wanita itu terlalu terlalu mencurigakan, Jasmine Zota, seorang yatim piatu yang telah lama hidup diluar negeri dan tiba-tiba kembali ke Estan, Dylan Jepsen sudah menyelidikinya, tapi hasil yang ia dapatkan sama sekali tidak memuaskan. Apakah dia musuh atau memang wanita pengali emas yang sengaja memanjat ranjangnya, ia selalu waspada. Ia sudah memerintahkan bawahannya untuk mengawasi gerak-gerik wanita itu selama sebulan, tapi tidak ada satupun yang mencurigakan. Dylan Jepsen bahkan tidak mengangkat kepala setelah mendengar laporan itu "Itu wajar, ia baru saja kehilangan alasan untuk menganggu dan memerasku" katanya dengan penuh ejekan. Alasan yang ia maksud adalah bayi yang tak pernah hadir ke dunia. Memang wanita itu telah mengunakan kehamilannya sebagai alasan untuk membuat kakeknya memaksa menikah. Memaksanya hidup dan mengurus wanita desa itu. "Sebenarnya...umh..." asisten itu tampak ragu-ragu "Nyonya tidak bersedih karena kehilangan bayi, tapi...Ia tertekan karena ukuran d**a dan lengannya bertambah" Dylan Jepsen langsung mengangkat kepalanya, menatap langsung asisten yang masih berdiri didepannya "Apa maksudmu?" Pertambahan ukuran d**a dan lengan yang membuatnya tertekan? Apakah itu benar istrinya yang bahkan tidak bisa berdandan dan mengurus diri? Wanita layu yang setiap hari bertingkah seperti kehilangan semangat hidup? "Menurut pengurus rumah, saat bangun Nyonya seperti berubah menjadi orang lain, ia meminta timbangan dan meteran rol. Ia sepertinya telah melupakan beberapa kejadian, menurut dokter, kepalanya berbenturan amat keras dan ia mungkin mengalami amnesia jangka pendek. Lalu, nyonya juga menghubungi seseorang dengan bahasa asing" Kerutan di dahi Dylan Jepsen makin dalam, selama mereka menikah belum pernah wanita itu berhubungan dengan siapapun kecuali keluarga dari pihak Dylan. Bahkan tak sekalipun ia mengunakan ponselnya "Dapatkan CCTV Villa!" perintahnya sedikit tengelam dalam pikirannya sendiri. Dylan mulai menonton gerak gerik wanita itu dari saat ia terbangun, kewaspadaan dan tindakan penyelidikan yang ia gunakan tidak bisa dikatakan seperti seorang warga biasa. Bagaimana ia melepaskan jarum di lengannya juga bukan keahlian orang biasa. Wanita itu masih sama dengan wanita yang telah ia nikahi satu bulan lalu, tapi auranya amat berbeda. Terutama tatapannya, tidak lagi kosong dan putus asa, melainkan tajam dan licik. Setelah bercakap sebentar dengan pelayan, ia mulai melepaskan pakaiannya, berdiri didepan kaca besar dan mulai mengukur ukuran tubuhnya, mulai dari menimbang berat tubuhnya lalu lingkar lengan,lingkar d**a, lingkar pinggang, lingkar paha, setiap kali ia mengukur maka semakin jelas ia tampak tertekan. Ia mengacak rambutnya frustasi dan melempar meteran rol begitu bengis. Dylan terus mengamati tingkahnya yang berubah seratus delapan puluh derajat, apalagi saat ia membuka lemari di ruang ganti, ia berdecak, mengumpat dan melempar semua pakaian yang ada didalam lemari, ia sering mengernyit dan ketidakpuasan nampak jelas diwajahnya setiap kali melihat potongan pakaian yang ia ambil. Pada akhirnya wanita berambut panjang itu mengambil kemeja terbaru milik Dylan, merobek kedua lengannya, lalu mengikat di bagian pinggang, penampilannya nampak segar dan trendi, tak lupa ia merias wajahnya. Setelah ia nampak puas, ia berjalan menuju balkon, meneliti banyak hal di ponselnya, Dylan memperbesar layar, memfokuskan pada layar ponsel wanita itu yang menampilkan sejumlah kode rumit, wanita ini terlalu mencurigakan. Beberapa lama setelah kode demi kode berganti ia baru menghubungi seseorang. Wajahnya menunjukkan kemarahan, ia berbicara sebentar lalu menunggu lawan bicaranya sebentar, lalu semakin jelas wajah cantiknya makin marah. "Bahasa yang ia gunakan tidak bisa di identifikasi bahasa Negara manapun di dunia" jelas sang asisten saat rekaman itu berlanjut saat suara sang Nyonya terdengar dalam bahasa asing. Dylan mendengar dengan seksama beberapa kali, ia mengerutkan kening dan mencoba mengingat sesuatu "Dapatkan seseorang yang berasal dari Kinka" katanya. Dylan pernah mendengar bahasa itu sebelumnya dan kalau ia tidak salah ingat, bahasa yang digunakan istrinya adalah salah satu bahasa pedalaman di Negara Kinka. Tak lama seorang karyawan berkewarganegaraan Kinka masuk dengan keringat dingin. Ia jelas tidak melakukan kesalahan apapun, namun tiba-tiba dipanggil oleh atasannya untuk menghadap langsung. Dylan Jepsen dikenal dengan atasan yang dingin dan kejam. "Apa anda tahu bahasa ini?" Tanya Dylan dengan nada dinginnya yang biasa dan memutar rekaman CCTV dengan suara keras. Karyawan itu mendesah lega dan melirik gugup, lalu mencoba mendengar dengan seksama suara wanita yang bergema di seluruh kantor "Uhm.. ini bahasa desa pedalaman Mokku" katanya dengan nada bersemangat "Maaf tuan jepsen, saya tidak tahu apa yang dibicarakannya, kecuali sebagian besar adalah kutukan, tapi...tapi saya punya seorang teman yang berasal dari Mokku" Hanya berjarak dua belas jam, seorang lelaki bertubuh kekar, lengannya yang berotot penuh dengan tato memasuki kantor Dylan Jepsen. Terbang langsung dari Kinka, dan baru sampai pada tengah malam di kantor Dylan. Saat mendengar suara wanita yang lembut dan tegas itu, ia menjadi kaku "Apa kalian yakin aku harus menerjemahkan ucapan gadis ini?" tanyanya. "Ya" jawab Dylan Jepsen dingin. "Terjemahkan semuanya, tanpa satupun kata yang tertinggal" tambah asistennya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD