Hingga pagi tiba, pikiran Ramora masih terus bergulat dengan segala praduga terhadap sikap misterius Virgo. Tak masalah baginya bila Virgo ternyata memiliki seorang kekasih, dengan begitu dirinya akan lebih mudah untuk berpikir dari pria itu. "Kamu gak kuliah?" tanya Virgo saat melihat Ramora masih belum membersihkan diri. Sedangkan dirinya sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. "Aku masuk siang," jawab Ramora singkat. Gadis itu masih belum bersemangat untuk memulai aktivitas akibat rasa penasaran yang bercokol di dalam hatinya. Mendengar jawaban Ramora, Virgo yakin jika istrinya masih memikirkan pertanyaan yang tak mendapatkan jawaban semalam. Namun dirinya tak ingin menjelaskan apapun sekarang sebelum Ramora menjadi miliknya secara utuh. "Paling tidak sarapan dengan benar, kamu but

